80 Pekerja Migran Bermasalah ‎dari PLBN Entikong Tiba di Dinas Sosial Kalbar

Saya berangkat ke Malaysia dengan suami. Yang dua orang teman saya tadi juga suami istri,

80 Pekerja Migran Bermasalah ‎dari PLBN Entikong Tiba di Dinas Sosial Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Puluhan PMI Bermasalah saat berbaris di depan kantor Dinas Sosial Kalbar 

80 Pekerja Migran Bermasalah ‎dari PLBN Entikong Tiba di Dinas Sosial Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 80 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang di deportasi melalui PLBN Entikong ke Dinas Sosial Prov Kalbar pada Kamis (4/4/2019) malam. Mereka dibawa menggunakan bus sebanyak tiga bus.

Ketiga Bis tersebut berangkat dari tadi sore sekitar pukul 14.00 wib dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong, Sanggau.

Sebelummya, mereka diangkut dari Semunja mengunakan satu unit Ben dan dua unit Bus yang dikawal langsung oleh pihak Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Kuching dan pihak Imigresen Semunja.

Begitu tiba di kantor Dinas Sosial Kalbar, ke 80 orang PMI Bermasalah tersebut di suruh berbaris dan di pisah sesuai jenis kelamin.

Baca: Polres Mempawah Tangkap Tersangka Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Ini Orangnya

Baca: VIDEO: Pemkot Akan Relokasi Pedagang Pasar Ibu dan Pedagang Buah Pasar Dahlia

Diantara puluhan PMI Bermasalah, ada satu diantara PMI yang masih tergolong bawah umur yakni 16 tahun berinisial AN berjenis kelamin peremuan asal Sumenep Jawa Timur.

Ia menuturkan dirinya bekerja di Negeri Jiran baru satu bulan sebagai buruh bangunan, namun meski sudah satu bulan, tapi dirinya sudah tertangka oleh petugas Imigrasi Malaysia karena tak memiliki dokumen keimigrasian.

Dihadapan wartawan, AN mengakui dirinya berangkat dari kampung halamannya di Sumenep Jawa Timur, bersama ke tiga orang rekannya, namun saat berkerja di Malaysia hanya dirinYa yang tertangkap.

Ia juga mengakui kalau dirinya dan rekan-rekannya memiliki nasih dan status yang sama di Malaysia, bukan hanya sekedar dokumen keimigrasian yang di miliki, tapi juga surat keterampilan, surat kesehatan dan izin bekerja.

"Saya berangkat ke Malaysia dengan suami. Yang dua orang teman saya tadi juga suami istri," katanya.

AN juga menuturkan bahwa dari perkawinan itu sudah setahun yang lalu berlangsung. Karena di kampung sendiri susah menghidupi rumah tangga, pergilah mereka ke negeri Jiran dengan niat mengumpulkan harta.

"Suami saya kerja bangunan juga di sana. Satu tempat yang sama, tetapi tidak tahu lah bagaimana nasib dua teman saya itu," ujarnya seraya berjalan menuju ke meja petugas Dinas Sosial Prov Kalbar untuk di data

Berbeda yang di alami Udin (26) warga Singkawang yang juga di deportasi oleh petugas Imigrasi Malaysia, ia bekerja di negara tetangga serumpun itu di perusahaan ikan.

Kepada wartawan, Udin mengakui dirinya bisa lolos ke Malaysia atas jaminan seorang toke (Bos) yang membawanya dari Singkawang ke Malaysia, hingga akhirnya bekerja sekitar 1,5 Bulan.

Meskipun Udin sudah merasakan Gaji perbulan 1200 RM, tapi nasib naasnya ia tertangkap petugas Imigrasi saat melakukan operasi rutin, dan akhirnya ia merasakan jeruji besi selama 26 Hari hingga akhirnya di deportasi.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved