KH Idrus Romli Isi Ceramah Peringatan Isra Miraj Nabi SAW di Kubu Raya

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) bekerjasama dengan pengurus masjid serta Libatkan Pemuda Remaja Masjid Miftahul Jannah

KH Idrus Romli Isi Ceramah Peringatan Isra Miraj Nabi SAW di Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana kegiatan 

Citizen Reporter
Pengurus IPNU Kubu Raya
Ulil Abshor

KH Idrus Romli Isi Ceramah Peringatan Isra Miraj Nabi SAW di Kubu Raya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) bekerjasama dengan pengurus masjid serta Libatkan Pemuda Remaja Masjid Miftahul Jannah Parit Bugis Desa Kapur Sungai Raya laksanakan Tabligh Akbar Pengajian Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah pada hari Rabu malam, (3/4/2019).

Dihadiri Kepala Desa Kapur, Agus Rahman Muare, pengurus masjid , segenap panitia serta Jamaah Muslimin Muslimat yang sangat Antusias ramai berbondong bondong penuhi dalam masjid hingga teras.

Ketua Panitia Sstadz Shodik Sumadik mengucapkan selamat datang kepada KH. Idrus Ramli yang telah berkenan hadir di Masjid Miftahul Jannah memenuhi undangan dari Jember Jawa Timur.

Baca: Pemkab Kayong Utara Usulkan Jalan Simpang Hilir-Perawas Jadi Jalan Nasional

Baca: Bencana Karhtula, Muda: 70 Persen Lahan di Kubu Raya Merupakan Gambut

Baca: Top Ten Volare musik Barat Pekan Ini, Vampire Weekend Pada Posisi Pertama

Baca: Jadwal Sholat 5 Waktu di Kecamatan Belitang Hilir 4 April 2019

KH. Idrus Ramli dalam paparan ceramahnya bahwasanya peringatan Isra' Mi'raj merupakan ujian pertama kali dalam keimanan.

Secara akal manusia hal tak mungkin dilakukan dalam waktu semalam itu bisa ditempuh Rasulullah SAW bagi orang arab quraisy kala itu. Namun sama hal nya saat ini menaiki pesawat bisa ditempuh dalam beberapa jam dapat diterima oleh akal manusia apalagi seriring berjalannya zaman teknologi seperti 'Smartphone' bisa rekam video lewat live Streaming dapat terjangkau seluruh dunia.

Melalui perjalanan Isra' Mi'raj nabi SAW pilihan Allah Subhanahu Wataala mengajarkan poin kehidupan setelah kematian nanti kelak kepada kita agar mengimami adanya alam ghaib.

Maka dari itu orang orang aliran Ahlussunnah Waljamaah percaya bahwa setelah kematian akan dibangkitkan. Ruh seseorang yang sudah meninggal itu masih hidup. Sehingga amalan yang kita sampaikan kepada ahli kubur itu sampai, pahala sedekah sampai, pahala baca al quran sampai, tahlilan , yasinan juga sampai bahkan doa dan ziarah kubur juga sampai.

Rasulullah SAW pernah berzikir Subhanallah sebanyak banyaknya untuk dua mayit yang sudah dimakamkan dan beliau berdoa dan bertahlil untuk nya karena mereka tersiksa di alam barzah (alam kubur).

Yang kemudian beliau mengambil pelapah kurma yang dibelah dua itu untuk ditancapkan dikedua makam yang masih basah tersebut. Seraya mengatakan kepada sahabat bahwa selama pelapah pohon kurma ini masih belum kering maka ringanlah siksa kubur si mayit.

Beliau juga menceritakan bahwa dalam perjalanan nabi menuju baitul maqdis (sidrotul muntaha) Nabi SAW menaiki Burung Buroq (Hewan) yang menembus tiap tiap langit, yang mana tiap langit ada para penghuni para nabi nabi Allah. Dan dikabarkan dalam kitab salaf Rasulullah SAW dimintai menunaikan sholat berjamaah dan memimpin para nabi yang ada di langit laksanakan sholat.

Jadi, poin terpenting adanya memperingati Isra' Mi'raj ini kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjaga ibadah sholat dengan sempurna.

Di mulai dengan menjaga wudhu' nya sebagai syarah sah sholatnya. Karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Maka jagalah kualitas ibadah sholat kita yang akan kelak dihisap oleh Allah SWT. Jika masih sholat masih saja bermaksiat maka lama kelamaam orang tersebut akan berhenti berbuat maksiat berkat rajin dan menjaga sholat lima waktu.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved