Cargill Dukung Petani Plasma Indonesia Melalui Sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Global

Sebanyak 3.019 petani plasma dari 8 koperasi petani perkebunan kelapa sawit PT Poliplant Sejahtera

Cargill Dukung Petani Plasma Indonesia Melalui Sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Global
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pemilihan Tandan Buah Segar oleh petani plasma. 

Cargill Dukung Petani Plasma Indonesia Melalui Sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Global

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 3.019 petani plasma dari 8 koperasi petani perkebunan kelapa sawit PT Poliplant Sejahtera (PSA) di Kalimantan Barat milik Cargill belum lama ini meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Perusahaan Cargill yang sudah berdiri sejak tahun 1974 kembali meraih sertifikasi RSPO untuk delapan koperasi yang bermitra dengan PSA yang mana merupakan sertifikasi kelima bagi Cargill. Keempat sertifikasi sebelumnya diperoleh PT. Hindoli (Sumatera Selatan), PT. Harapan Sawit Lestari dan PT. Indo Sawit Kekal (Kalimantan Barat).

Dengan demikian, total luas areal perkebunan PSA yang telah bersertifikat RSPO kini mencapai 10.026,58 hektar. Sertifikasi RSPO ini merupakan tonggak sejarah bagi para petani tersebut, sekaligus mencerminkan keberhasilan mereka memenuhi standar minyak sawit berkelanjutan yang diterapkan RSPO.

Baca: Top Ten Volare musik Indo Pekan Ini, Elephant Kind Tangga Teratas

Baca: Baru Dilantik, Boediono Pimpin DPC MABM Ella Hilir

Baca: Pemkab Kayong Utara Usulkan Jalan Simpang Hilir-Perawas Jadi Jalan Nasional

Kepala Koperasi Subur Makmur, Suherman mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian prestasi tersebut. Melalui kemitraan dengan Cargill, ia mengaku dapat menerapkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan.

"Hasil panen lahan perkebunan kelapa sawit kami telah meningkat seiring dengan kemampuan kami untuk beroperasi lebih efisien. Sertifikasi RSPO mencerminkan dukungan yang besar terhadap praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan dan kemitraan kami dengan Cargill. Kami optimistis akan peningkatan mata pencaharian karena tandan buah segar (TBS) kami memenuhi standar minyak sawit berkelanjutan internasional," ujarnya.

Selain itu, Presiden Direktur Cargill Poliplant Group (PPG), Anthony Yeow, mengatakan, ia sangat bangga kepada para petani plasma PT Poliplant Sejahtera (PSA) atas prestasi mereka meraih sertifikasi RSPO, yang merupakan standar produk minyak sawit berkelanjutan yang diakui secara internasional.

"Para petani Cargill didukung untuk terus meningkatkan hasil panen, penghasilan dan taraf hidup mereka. Melalui sertifikasi RSPO, para petani plasma kami mampu menembus pasar yang lebih besar lagi, yaitu rantai pasok minyak sawit global," tambahnya.

Dikatakannya, ia akan senantiasa mendukung mitra rantai pasok produk sawit untuk bergabung dengan RSPO dan memperoleh sertifikasi RSPO.

"Sehingga produk mereka memenuhi standar kebijakan NDPE (no deforestation, no peat, no exploitation) seperti yang tercantum dalam komitmen Cargill 2020,” ujarnya.

Hingga saat ini, Cargill telah melakukan pendampingan kepada sekitar 16.500 dari 21.600 petani plasmanya di Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat untuk memperoleh sertifikat RSPO.

Diakuisisi oleh Cargil pada tahun 2014, PSA merupakan salah satu dari lima perkebunan PPG di Kalimantan Barat yang memperoleh sertifikasi RSPO pada tahun 2016, termasuk pabrik Siriham dan 4.005 hektar lahan milik perusahaan.

Perkebunan Cargill lainnya di Kalimantan Barat yaitu PT Harapan Sawit Lestari dan PT Indo Sawit Kekal memperoleh sertifikasi RSPO berturut-turut pada tahun 2015 dan 2014.

PT Hindoli di Sumatera Selatan merupakan perkebunan Cargill pertama yang memperoleh sertifikasi RSPO pada tahun 2009.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved