Bebaskan 17 Rumah Warga Sekitar Masjid Jami, Pemkot Pontianak Terkendala Hal Ini

"Rumah warga atau lahan warga yang akan dibebaskan dalam penataan kawasan Masjid Jami ada 17 rumah.

Bebaskan 17 Rumah Warga Sekitar Masjid Jami, Pemkot Pontianak Terkendala Hal Ini
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kondisi Masjid Sultan Syarif Abdurrahman (Masjid Jami) di Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, saat ini sedang direstorasi, Kamis (4/4/2019). Total anggaran untuk restorasi masjid Jami Rp 92 miliar. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Bebaskan 17 Rumah Warga Sekitar Masjid Jami, Pemkot Pontianak Terkendala Hal Ini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak memiliki tanggungjawab pembebasan lahan sekitar Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman dalam proyek restorasi yang menelan anggaran Rp92 miliar.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat, Fuadi Yusla ada 17 rumah atau lahan warga yang harus dibebaskan Pemkot Pontianak.

"Rumah warga atau lahan warga yang akan dibebaskan dalam penataan kawasan Masjid Jami ada  17 rumah.  Dari jumlah itu, delapan rumah ada sertifikat dan sisanya hanya surat keterangan tanah (SKT)," ucap Fuadi Yusla saat diwawancarai, Kamis (4/4/2019).

Baca: Jadwal Malaysia Open 2019 Babak 8 Besar, Jonatan Cristie (Jojo) VS Viktor Axelsen

Baca: Edi Kamtono Sampaikan Progres Restorasi Masjid Jami Oleh Pelaksana Mines, Ini Kendalanya

Baca: Masjid Jami Sanggau Yang Dijadikan Benda Cagar Budaya, Ini Alamatnya

Sampai saat ini, pihaknya masih mempelajari dan mencari solusi terkait lahan warga yang tak memiliki sertifikat tersebut.

Perkim disenutnya telah berkomunikasi dengan pihak Appraisal untuk penilaian aset masyarakat yang ada disekitaran Masjid Jami khususnya yang masuk dalam pembebasan.

"Selanjutnya baru kita ambil langkah, yang mana bisa kita tangani terlebih dahulu. Untuk yang memiliki sertifikat tidak ada masalah. Tapi yang masih SKT setelah melakukan komuniasi pada Appraisal, mereka tidak mau menilai apabila  tak ada sertifikat," jelasnya.

Itulah menjadi  kendala saat ini dalam pembebasam lahan sekitar Masjid Jami  untuk lahan terbuka hijau.

Sejauh ini,  komunikasi dilakukan  melalui camat dan lurah setempat, ia berharap  mudah-mudahan bisa dilaksanakan.

Sementara untuk target pembebasan lahan, karena ini untuk areal terbuka hijau sehingga tidak mengganggu bangunan fisik masjid dan kementerian disebutnya  juga memberikan toleransi.

"Memang kementerian menargetkan April ini selesai, tapi kalau tidak bisa maka areal itu akan ditinggalkan dulu. Saya rasa kalau April ini memang tidak bisa, kemaren anggaran kita masih difokuskan pada pembebasan akses  Jembatan Landak," tegasnya.

Kemungkinan anggaran akan dialokasikan di APBD Perubahan sekitar Agustus nanti dan skema kemungkinan lainnya, bisa saja lahan terbuka hijau itu ditangani Pemkot sendiri.

"Sementara nilainya belum bisa dipastikan karena menunggu penilaian pihak ketiga mengenai aset masyarakat itu,"pungkasnya.
 

-- 

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved