Peradi Asuransikan Anggotanya, Program-program Progres Terus Dirancang dan Dilakukan

Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) terus berupaya meningkatkan eksistensi kegiatannya sebagai satu-satunya Organisasi Advokat

Peradi Asuransikan Anggotanya, Program-program Progres Terus Dirancang dan Dilakukan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
DPC Peradi seluruh Indonesia, Ketua Umum DPN Peradi DR H Fauzie Yusuf Hasibuan SH MH 

Citizen Reporter
Dina Prihatini Wardoyo
Humas Peradi Kalbar

Peradi Asuransikan Anggotanya, Program-program Progres Terus Dirancang dan Dilakukan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) terus berupaya meningkatkan eksistensi kegiatannya sebagai satu-satunya Organisasi Advokat yang dilahirkan dari Undang-undang Advokat.

Ini dalam rangka meningkatkan kualitas Peradi yang notabenenya mengurus para anggotanya.

Salah satu program yang dilakukan baru-baru ini yakni dengan mengasuransikan anggotanya.

Dalam suratnya yang ditujukan ke DPC Peradi seluruh Indonesia, Ketua Umum DPN Peradi DR H Fauzie Yusuf Hasibuan SH MH, menyebutkan bahwa di iuran untuk perpanjangan kartu anggota Peradi dari tahun 2019 sampai tahun 2022 sudah termasuk pembayaran asuransi jiwa untuk tiga tahun.

Baca: BMKG Imbau Waspada Munculnya Titik Panas Saat Terjadi Jeda Hujan

Baca: Pemkot Singkawang Akan Monitor Stok Pangan Jelang Lebaran

Baca: Pemkab KKR Akan Tetapkan Lokasi Car Free Day di Kubu Raya

Berkaitan dengan itu, persyaratan pengajuan klaim asuransi jiwa bagi anggota Peradi yang terdaftar di AIA dengan usia maksimal 70 tahun.

Untuk klaim, harus dilengkapi antara lain copy tanda bukti diri (KTP/SIM/Paspor), surat keterangan kematian-asli dari instansi yang berwenang (kantor kelurahan/kecamatan) yang menyatakan sebab kematian, Formulir A-asli (keterangan keluarga) disertai copy KTP ahli waris yang menandatangani Formulir A serta copy kartu keluarga, Formulir B (keterangan dokter diisi oleh dokter yang merawat/menangani) atau dapat diganti dengan surat keterangan kematian asli/legalisir dari dokter/pejabat instansi (rumah sakit/klinik/praktek dokter/puskesmas) yang berwenang menyatakan sebab-sebab kematian (diagnosa/kondisi/riwayat kesehatan/kronologis kematian).

Selanjutnya melampirkan surat keterangan kematian-asli dari yang berwenang minimal oleh konsulat jenderal RI setempat-apabila peserta meninggal di luar negeri, surat keterangan kepolisian-asli (berita acara kepolisian)-apabila penyebab kematian karena kecelakaan, apabila mengalami cacat harus menyertakan surat keterangan dari dokter yang menyatakan keadaan cacat yang dialami dan kuitansi asli rumah sakit atau kuitansi pembelian obat disertai copy resep.

Maksimum pengajuan klaim yakni 90 hari setelah tanggal kematian atau terjadinya kecelakaan. Formulir A dan B dapat diperoleh di DPC setempat atau dapat di download melalui website www.peradi.or.id. Untuk pengajuan klaim asuransi ditujukan kepada DPN Peradi dengan menyertakan surat pengantar dari DPC setempat.

Halaman
123
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved