Citizen Reporter

Korem 121/Abw Menggelar Acara Silaturahmi dengan Keluarga Besar TNI 

Untuk diketahui wilayah tugas Korem 121/Abw meliputi wilayah provinsi Kalimantan Barat yang memiliki panjang perbatasan 970 km.

Korem 121/Abw Menggelar Acara Silaturahmi dengan Keluarga Besar TNI 
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Danrem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Trisnohadi membuka acara Komunikasi Sosial Korem 121/Abw dengan Keluarga Besar TNI bertempat di Balai Prajurit jalan Pangeran Kuning No. 1 Sintang, Selasa (2/4/2019) pagi. 

Citizen Reporter 
Kapen Korem 121/Alambhana Wanawai, Mayor Inf Syafendi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Danrem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Trisnohadi membuka acara Komunikasi Sosial Korem 121/Abw dengan Keluarga Besar TNI bertempat di Balai Prajurit jalan Pangeran Kuning No. 1 Sintang, Selasa (2/4/2019) pagi. 

Hadir dalam kegiatan ini Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Achmad Solihin, Para Kasi Korem 121/Abw, Dan/Ka Balak jajaran Korem 121/Abw, Perwira Staf Korem 121/Abw, Persit KCK Koorcabrem 121 PD XII/TPR. 

Kemudian Persit KCK Cabang Kodim 1205/Sintang, LVRI Sintang, PEPABRI Sintang, PPAD Sintang, PIVERI Sintang, PPM Sintang, FKPPI Sintang dan FKPPI Melawi.

Dalam sambutannya Danrem 121/Abw mengatakan bahwa Komunikasi Sosial Korem 121/Abw dengan KBT ini merupakan program kerja  Korem 121/Abw yang dimaksudkan untuk menjaga hubungan komunikasi sillaturahmi, antara Korem 121/Abw dan KBT. 

Sehingga kita dapat selalu sharing informasi dan menyamakan visi terkait kondisi dan permasalahan yang ada di wilayah kita.

Untuk diketahui wilayah tugas Korem 121/Abw meliputi wilayah provinsi Kalimantan Barat yang memiliki panjang perbatasan 970 km. 

Baca: (LIVE) Hasil Arema FC Vs Kalteng Putra Semifinal Piala Presiden, Babak Pertama Sedang Berlangsung

Baca: Dukung Pencanangan WBK, Rahim: Langkah Ini Bisa Diikuti Instansi atau Lembaga Lainnya

Dengan luasnya wilayah ini banyak terjadi kegiatan ilegal di perbatasan seperti ilegal trading, ilegal meaning dan ilegal logging, bahkan maraknya peredaran narkoba yang sudah sangat meresahkan. 

Kalbar ini juga dihuni oleh berbagai suku bangsa seperti suku Dayak, Melayu, Jawa, Batak dan suku lainnya. 

"Hal ini bisa menjadi potensi tapi bisa juga merupakan kerawanan jika tidak dikelola dengan baik. Pengalaman Kalimantan Barat pernah beberapa kali terjadi konflik yang berlandaskan etnis inilah yang perlu kita rawat dengan baik," ujar Danrem. 

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved