Hari Pertama Pelaksanaan UNBK Tingkat SMA di Sekadau Berjalan Lancar

Sumardi berharap, anak didiknya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Apalagi, persiapan cukup panjang.

Hari Pertama Pelaksanaan UNBK Tingkat SMA di Sekadau Berjalan Lancar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Sebanyak 221 siswa SMA Karya Sekadau mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA yang mulai dilaksanakan, Senin (1/4). Di SMA Karya Sekadau, pelaksanaan UNBK dibagi menjadi dua sesi dengan menggunakan empat laboratorium komputer. 

Hari Pertama Pelaksanaan UNBK Tingkat SMA di Sekadau Berjalan Lancar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Sebanyak 221 siswa SMA Karya Sekadau mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA yang mulai dilaksanakan, Senin (1/4). Di SMA Karya Sekadau, pelaksanaan UNBK dibagi menjadi dua sesi dengan menggunakan empat laboratorium komputer.

Kepala SMA Karya Sekadau, Sumardi menuturkan, proses ujian nasional secara keseluruhan sudah dilalui. Mulai dari simulasi, gladi hingga dilaksanakannya UNBK yang dilaksanakan 1, 2, 4 dan 8 April 2019 mendatang.

Diketahui, pelaksanaan UNBK pada tahun ini jadwalnya dipercepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dimana, biasanya pelaksanaan UNBK dilakukan Mei, tahun ini dilaksanakan lebih cepat, yakni April.

Baca: Fathul Bahri: Petani Kayong Utara Belum Mampu Produksi Singkong Berkualitas Tertentu

Baca: PREDIKSI PSM Makassar Vs Kaya FC di Piala AFC Cup 2019, Statistik dan Link Live Streaming

“Di lapangan kami mengalami kesulitan karena jadwal yang terlalu cepat dan padat kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, persiapannya sedikit. Banyak libur, artinya hari efektif berkurang, itu menjadi hambatan kami dilapangan,” ujar Sumardi.

Selain itu, kata dia, masalah lain yang dihadapi, yaitu masalah sarana, seperti komputer yang masih minim. Sehingga, pihak sekolah harus mencari sumber anggaran untuk pengadaan alat atau komputer lantaran minimnya bantuan dari pemerintah.

“Itulah kesulitan kami dipercepatnya ujian yang biasa Mei jadi April. Kesulitan di sekolah, guru-guru itu terjadi hampir disemua sekolah, masalah persiapan siswa jadi belajarnya agak berkurang efektif. Seperti itulah persoalan kami tahun ini dalam melaksanakan UNBK,” ucapnya.

Sumardi mengatakan, pelaksanaan UNBK secara mandiri. Jika tahun sebelumnya, sekolah lain bergabung dengan SMA Karya Sekadau.

Untuk tahun tidak tidak ada sekolah yang bergabung dengan SMA Karya Sekadau dalam pelaksanaan UNBK.

Sumardi berharap, anak didiknya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Apalagi, persiapan cukup panjang.

“Diharapkan kepada orang tua dan siswa selesai ujian jangan puas tamat SMA saja,” ungkapnya.

Sumardi mengatakan, proses ujian berbasis komputer dinilai positif, baik bagi sekolah dan siswa. Namun, Sumardi berharap pemerintah bisa membantu terutama berkaitan dengan anggaran untuk mendukung program yang ada.

“Untuk UNBK secara teknis tidak ada kendala. Kami berharap listrik tidak padam selama ujian,” tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved