PHRI Kalbar Dukung Penurunan Tiket Pesawat, Yuliardi: Stabilkan Ekonomi Masyarakat

Pada 25 Maret 2019 lalu pihak PHRI pusat dan Menko Kemaritiman serta pihak lainnya sudah melakukan rapat koordinasi.

PHRI Kalbar Dukung Penurunan Tiket Pesawat, Yuliardi: Stabilkan Ekonomi Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal. 

PHRI Kalbar Dukung Penurunan Tiket Pesawat, Yuliardi: Stabilkan Ekonomi Masyarakat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Penurunan tarif tiket pesawat dari beberapa maskapai penerbangan disambut baik oleh Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Qamal

Ia menantikan penurunan harga tiket pesawat semua maskapai, sehingga mengatasi persoalan pengurangan kunjungan wisatawan ke suatu daerah.

"Jika harga tiket tinggi, tingkat kunjungan orang ke suatu daerah termasuk untuk berwisata akan berdampak pada sektor ekonominya. Seperti kami di sektor perhotelan dan restoran," katanya. 

Ia menyebutkan saat ini baik secara nasional dan daerah ada penurunan tingkat hunian hotel karena dampak tingginya harga tiket pesawat. Penurunan tingkat hunian di kisaran 20 persen-40 persen.

Baca: Disdik Kalbar akan Wujudkan SMK Favorit di Tiap Kabupaten dan Kota

Baca: Prospek Ekonomi, Hero: Tanaman Hortikultura Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

"Pada 25 Maret 2019 lalu pihak PHRI pusat dan Menko Kemaritiman serta pihak lainnya sudah melakukan rapat koordinasi. Dalam rapat ini sejumlah kebijakan diambil. Saat ini sudah ada yang terealisasi dan kita berharap semua juga dapat diterapkan,"tambahnya. 

Menurutnya, jika terlalu lama hal ini didiamkan tanpa ada solusi dari pemerintah maka sangat berdampak luas bagi perekonomian daerah dan nasional.

"Sektor pariwisata yang cukup luas akan tidak bergeliat dengan maksimal karena sedikit jumlah kunjungan. Bayangkan, berapa jumlah bahan pangan yang dihasilkan petani berkurang jika jumlah pengunjung sedikit," Yuliardi Qamal mencontohkan.

Pihaknya berharap untuk memajukan pariwisata harus didukung penuh oleh pemerintah. Apalagi pemerintah telah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik lebih maksimal.

"Biaya transportasi udara tentu memiliki peranan penting untuk kegiatan wisata. Jika ini terganggu maka akan terganggu juga dunia pariwisata di negeri ini. Semoga perlahan-lahan persoalan ini ada solusi," harap Yuliardi Qamal. 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved