TRIBUN WIKI  

Sejarah Tionghoa Kalbar Pada Masa Kolonial: Then Sioe Kim Dihormati Berbagai Kalangan

Pada 1887 saat penguburannya di Pontianak, membuktikan hubungan baik antara dia dan kongsi dengan pusat kekuasaan di wilayah tersebut.

Sejarah Tionghoa Kalbar Pada Masa Kolonial: Then Sioe Kim Dihormati Berbagai Kalangan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Pengunjung mengabadikan momen menggunakan kamera di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Jalan Sejahtera, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, pusat Kota Singkawang, Senin (4/2/2019). Sebagian warga Tionghoa juga melakukan ibadah sembahyang di sini dalam menyambut tahun baru Imlek 2570. 

Sejarah Tionghoa Kalbar Pada Masa Kolonial: Then Sioe Kim Dihormati Berbagai Kalangan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penulis peminat kajian kontemporer sejarah dan budaya Kalimantan Barat, Syafaruddin Usman MHD, mengatakan bahwa dari hasil kajian dari berbagai sumber, koleksi dokumen dan arsip tempo doeloe, didapati bahwa ada seorang perempuan peranakan yang menonjol pada tempo dulu.

Perempuan tersebut adalah Then Sioe Kim, janda dari Lioe A Sin dari bekas Kongsi Lanfang.

Pada 1887 saat penguburannya di Pontianak, membuktikan hubungan baik antara dia dan kongsi dengan pusat kekuasaan di wilayah tersebut.

Baca: Masyarakat Tionghoa Serawai Rayakan Cap Go Meh dengan Kesederhanaan

Baca: Rayakan Imlek di Sungai Pinyuh, Bupati Ajak Masyarakatkan Budaya Tionghoa

Sebagai seorang perempuan Hakka kelahiran setempat yang menikahi Kapthai Lioe pada 1850, dia saudara perempuan Then Sioe Lin seorang kapitan di Pontianak, dia disebut-sebut memahami cara pikir orang Eropa lebih baik dari kebanyakan orang Tionghoa.

Then Sioe Kim telah mencoba, setelah pembubaran kongsi pada 1884, untuk memperundingkan antara Belanda dan para pemarah dari mantan kongsi yang telah membunuh seorang controleur Belanda.

Tidak hanya masyarakat Tionghoa yang ada di Mandor yang memadati penguburannya, pimpinan tertinggi sipil dan militer kolonial juga menghadiri.

Sultan sendiri membuat aturan agar peti matinya ditutupi sutra kuning, hak istimewa dari istana kerajaan, menunjukkan hubungan akrabnya dengan suami dan saudara laki-lakinya.

Musisi Melayu dan Tionghoa mengiringi upacara pemakamannya.

Meskipun Then Sioe Kim memiliki hubungan yang relatif baik dengan pegawai Belanda, Residen Kater tidak mempercayainya,

Dia yakin Then Sioe Kim memainkan peranan ganda dalam ketegangan, setelah pembubaran Kongsi Lanfang.

(*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved