Borneo Expo Pameran Nasional Targetkan 100 Unit Rumah

Borneo Properti Expo 2019 yang di adakan di Pontianak Convention Center(PCC) digelar 28-31 Maret 2019

Borneo Expo Pameran Nasional Targetkan 100 Unit Rumah
TRIBUNPONTIANAK/Maudy Astri Utami
Peresmian pembukaan Borneo Expo oleh Walikota Pontianak, Edy Rusdi Kamtono. 

Borneo Expo Pameran Nasional Targetkan 100 Unit Rumah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Borneo Properti Expo 2019 yang di adakan di Pontianak Convention Center(PCC) digelar 28-31 Maret 2019, Kamis (28/3/2019).

“Karena kegiatan ini kami bersinergi dengan DPD REI Kalbar, kami targetkan minimal closing 100 rumah,” ungkap Ketua Panitia Kegiatan Januaransyah Basuki.

Pameran ini dijelaskan dia, juga menampilkan hasil produk UMKM dari sejumlah daerah yang di Indonesia. Sedikitnya ada delapan daerah yang terlibat dalam pameran ini. Harapnnya, kata dia, daerah-daerah lain dapat memamerkan produk unggulannya dalam kegiatan ini.

“Harapannya ini juga menjadi ajang agar menumbuhkan kecintaan terhadap produk unggulan daerah. Di sisi lain, ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan wisata di daerah masing-masing,” tambahnya.

Selain itu, Ketua DPD REI Kalbar, Isnaini mengatakan, sektor properti sangat berpengaruh dengan kondisi sektor perkebunan. Karenanya, menurunnya harga karet dan sawit, akan menurunkan daya beli masyarakat terhadap hunian.

Baca: Perusahaan Sebut Kesepakatan PT KAL & Koperasi BSL Mengacu Pada MoU

Baca: PERSIJA Kalah dari Kalteng Putra, Ini Jadwal Lengkap 3 Laga Lain Perempat Final Piala Presiden 2019

Baca: BREAKING NEWS - Gadis Muda Pontianak Korban Kawin Kontrak Pulang ke Indonesia, Kisahnya Bikin Sedih!

“Sektor properti di Kalbar saat ini cenderung stagnan, bahkan terasa lesu ditambah pengaruh momen Pemilu 2019 juga tidak dapat dikesampingkan. Penjualan properti belum tampak bergairah, kata dia, lantaran investasi masih tertahan, menunggu pemenang Pemilu 2019," papar Isnaini.

Dia menduga, kondisi perkonomian yang belum membaik menjadi penyebabnya. Pertumbuhan ekonomi yang masih dikisaran lima persen, menurutnya membuat sektor ini belum tampak tumbuh pada awal tahun ini. Khusus di Kalbar, kata dia, menurunnya harga sejumlah komoditas klasik, macam kelapa sawit dan karet juga turut berpengaruh.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved