Sejak SD Suka Fotografi, Ivo Kini Kembangkan Bisnis Fashion, Begini Awal Mulanya

Awal mula menyukai dunia fotogfi, hingga menghantarnya menjadi seorang pengusaha dibidang fashion

Sejak SD Suka Fotografi, Ivo Kini Kembangkan Bisnis Fashion, Begini Awal Mulanya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anesh Viduka
Pelaku ekonomi kreatif Pontianak Harivo Santoso menunjukan jaket denim yang dipadukan dengan kain songket dan tenun khas Kalbar yang didesign dirinya di studio Volks, Jalan Re Martadinata Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (30/1/2019). Jaket denim yang dipadukan dengan tenun dan songket khas Kalbar ini telah didaftarkan ke Kemenkumham untuk mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKi). TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Sejak SD Suka Fotografi, Ivo Kini Kembangkan Bisnis Fashion, Begini Awal Mulanya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Awal mula menyukai dunia fotogfi, hingga menghantarnya menjadi seorang pengusaha dibidang fashion, Harivo Santoso memulainya sejak kecil.

Ayah satu anak yang kini mengembangkan pakaian modifikasi dari bahan denim, dengan kain tenun itu, memiliki ketertarikan dalam dunia fotogfi sejak SD.

Ketika itu, ia sering dimintai ayahnya yang Dinas di Daerah untuk mengabadikan berbagai moment disana.

Saat rapat, saat kunjungan, dan sebagainya hingga ia memutuskan untuk menjadi seorang fotografer.

Ia kemudian bergabung dengan tim yang dibentuk oleh badan ekonomi kreatif (Bekraft) untuk mengabadikan moment para umkm di beberapa Daerah di Indonesia.

Baca: Polemik Bangunan Cita Rasa Jalan Agus Salim Pontianak, Dari Harta Warisan Hingga Gugatan

Baca: Dukung Langkah PDAM Pancur Aji, Ini Penegasan LSM Citra Hanura Sanggau

Baca: Pembangkit Listrik Beroperasi, Anggota DPRD Kayong Utara Riduansah Minta Tarif Tak Tinggi

Ada 153 Fotografer dari seluruh Indonesia yang mendaftar saat itu, dan Ivo menjadi satu-satunya fotografer yang dipilih dan lolos seleksi dengan beberapa tahap.

Ada 12 orang yang terlibat dalam Tim tersebut, mereka memiliki keahlian di berbagai bidang, mulai dari disainer, exterior, design komunikasi visual, mentor bisni, antropolog dan lainnya.

Dengan bertukar ilmu melalu tim itulah, Ivo peroleh banyak pengetahuan baru soal wirausaha.

Apalagi beberapa anggota tim tersebut merupakan lulusan luar Negri, yang memberinya pandangan mengenai apa yang diminati diluar sana.

"Berbisnis orang Eropa suka benget kayak gini, misalnya dia buat anting dari gulungan benang, yang tadinya kita tidak kepikiran tapi orang Eropa pakai ini (gulungan benang) sama keramik bisa jadi anting, tas dari daun pandan, ikat pinggang dari kayu nangka," katanya.

Dari sit Ivo kemudian berfikir "Masa sih saya setelah itu ndak bisa menerapkan ini (bisnis kerajinan) untuk mengangkat daerah saya sendiri," katanya.

Penulis: Bella
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved