Momen Rekerkesda Kalbar, Kapusdatin Kemenkes RI Harap Puskesmas Manfaatkan Sikda

Didi Budijanto menerangkan daerah dapat memaksimal proses uji coba sistem informasi data kesehatan daerah (Sikda) Generik

Momen Rekerkesda Kalbar, Kapusdatin Kemenkes RI Harap Puskesmas Manfaatkan Sikda
TRIBUNPONTIANAK/Hamdan
Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI Didi Budijanto 

Momen Rekerkesda Kalbar, Kapusdatin Kemenkes RI Harap Puskesmas Manfaatkan Sikda

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI Didi Budijanto menerangkan daerah dapat memaksimal proses uji coba sistem informasi data kesehatan daerah (Sikda) Generik. Kenapa generik nantinya akan bisa di custumesasi oleh daerah.

"Dengan harapan data-data tersebut yang ada didaerah juga bisa masuk ke kementerian guna dilihat dan dievaluasi," ujarnya.

Meskipun masih belum teralisasi, akan tetapi pihaknya dalam rapat kerja kesehatan bersama dengan Sekjen dan Ibu Menteri wacana untuk Sikda bisa terpaparkan. Apakah itu berkaitan soal implementasi, ataupun ada masukan dari berbagai pihak.

"Monggo silahkan saja nanti bisa dibahas disana semua," ujarnya.

Ia juga menuturkan dalam menyambut momentum 4.0 yang bermuara pada digitalisasi tentu indonesia juga harus menuju ke era itu. Soal bagaiman soal infrastruktur, tentu akan ada jalan keluarnya.

"Harapan kita untuk Sikda ini dapat dimanfaatkan betul di puskemas," ujarnya.

Baca: Momen Rakerkesda, Diskes Kalbar Wacanakan Sistem Informasi Kesehatan Daerah

Baca: Diskes Provinsi Kalbar Gelar Rakerkesda

Baca: Hadiri Rakerkesda, Bupati Jarot Sebut Perlu Sinergitas Atasi 3 Masalah Prioritas Kesehatan

Dirinya sedikit menjelaskan tentang konsep sikda yang ada di pos pelayanan kesehatan seperti di Puskemsas maupun rumah sakit. Masyarakat yang akan berobat akan mulai didata didalam sistem mulai dari NIK dan komponen data lainya.

"Ketika akan berobat di pos pelayanan dimanapun data penduduk tersebut bisa terlihat," ujarnya.

Ia mengatakan dari total 9ribuan puskesmas di seluruh indonesia baru sekitar 2ribuan puskesmas yang menggunakan Sikda. Dari data tersebut baru sekitar 30 hingga 35 persen yang baru terkoneksi dengan internet melalui uji coba sikda.

"Kendala yang paling banyak ditemukan adalah soal koneksi internet. Oleh karena itu seringkali pak jokowi menyinggung soal palapa ring. Sehingga beberapa daerah yang selama ini terisolir dapat terkoneksi dengan internet," pungkasnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved