Wakil Ketua Pengurus Gapki Pusat Tetap Berdayakan Sawit Indonesia Sebagai Minyak Nabati Terbaik

ISPO yang juga selaras dengan Suistanable Development Goals atau SDGs tentu penting. Hal itu bisa meningkatkan daya saing

Wakil Ketua Pengurus Gapki Pusat Tetap Berdayakan Sawit Indonesia Sebagai Minyak Nabati Terbaik
NET
Ilustrasi 

Wakil Ketua Pengurus Gapki Pusat Tetap Berdayakan Sawit Indonesia Sebagai Minyak Nabati Terbaik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Wakil Ketua Pengurus Pusat Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Kacuk Sumarto mendorong perusahaan sawit untuk melakukan sertifikasi dan menerapkan Indonesia Sustainable Palm Oil System (ISPO) agar bisa meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia.

"ISPO yang juga selaras dengan Suistanable Development Goals atau SDGs tentu penting. Hal itu bisa meningkatkan daya saing minyak sawit kita di pasar dunia dan ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan," ucapnya.

Menurutnya saat ini produksi sawit di Indonesia mencapai 47 ton dan sekitar 32 ton diantaranya untuk ekspor. Indonesia kini sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Baca: Pusat Penelitian Kelapa Sawit Hasilkan Sembilan Varietas Terbaik Kelapa Sawit dan Turunannya

Baca: Kalbar 24 Jam - Tuntutan Sutarmidji ke Pusat, OSO Ajak Cegah Hoax, hingga Suami Tebas Tangan Istri

Baca: Sinar Mas Sukses Terapkan Pertanian Ekologi Terpadu di Nanga Tayap Ketapang

"Dengan kondisi yang ada menurutnya tentu menghadapi tantangan terutama kampanye negatif soal sawit di Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari persaingan minyak nabati di dunia. Suplai minyak sawit kita di dunia itu mencapai 30 persen. Kita adalah negara sebagai produsen sawit terbesar di dunia," paparnya.

Selain itu, hadirnya perkebunan sawit selama ini juga telah mampu membuka akses kawasan terpencil yang sebelumnya terisolir. Kemudian dengan terbukanya akses juga dapat mendorong perputaran dan geliat ekonomi desa.

"Lapangan kerja juga terbuka. Dengan lapangan kerja terbuka maka pendapatan dan kesejahteraan masyarakat kian membaik. Hadirnya industri sawit juga membuka pemekaran daerah. Belum lagi melalui CSR bisa membantu kebutuhan masyarakat di sekitar seperti untuk bidang pendidikan, agama, infrastruktur dan lainnya," papar dia.

Ia menjelaskan bahwa industri kelapa sawit memiliki peranan strategis di Indonesia. Hal itu karena sawit menjadi penyumbang terbesar devisa untuk negara.

"Sebagai penyumbang devisa negara artinya menjadi tulang punggung ekonomi negara dan berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," jelasnya.

"Kita tahu bahwa komoditas sawit lebih efisien dan memiliki produktivitas tertinggi dibandingkan komoditi penghasil minyak nabati lainnya. Sehingga kampanye tentang sawit baik dari luar maupun di dalam sendiri terus menekan," papar dia.

Untuk itu pihaknya berharap terus memaksimalkan industri perkebunan sawit dengan penerapan ISPO dan usaha lainnya. Sehingga sawit terus memberikan manfaat luas bagi daerah dan negara ini.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved