IKIP PGRI MoU dengan University Taiwan, Jajaki Riset dan Program Pertukaran Mahasiswa

Saat ini Delegasi Dosen dan mahasiswa IKIP PGRI Pontianak sedang mengikuti kegiatan yang sudah diagendakan di Taiwan

Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama 2 Dosen dan 2 Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak bersama dosen di I I-Shou University, Taiwan, dan mahasiswa lainnya. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak melakukan kerjasama (Mou) dengan dua universitas di Taiwan, dalam Join Research dan study tour serta menghadiri Nuk's anniversary. Dalam waktu bersamaan IKIP juga mengirimkan mahasiswa terpilihnya untuk mengikuti Study Ex-changes (pertukaran mahasiswa).

Perjalanan di Taiwan berlangsung mulai 10 sampai 24 Maret 2019. Awalnya perwakilan IKIP berkunjung ke I-Shou University untuk kegiatan pertukaran pemuda yang diikuti oleh dua mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, setelah itu dilanjutkan menuju National University of Kaohsiung (NUK) untuk melakukan kunjungan kerjasama dalam bidang penelitian.

Adapun delagasi tim leader dari IKIP PGRI Pontianak dihadiri langsung Wakil Rektor I Suherdiyanto, dan Dekan Fakultas Pendidikan MIPA dan Teknologi Yudi Dharma, bersama dua mahasiswa yang akan mengikuti Student's Exchange Summer Camp 10, yaitu Alda dan Anna dari Prodi Bahasa Inggris, IKIP PGRI Pontianak.

Saat ini Delegasi Dosen dan mahasiswa IKIP PGRI Pontianak sedang mengikuti kegiatan yang sudah diagendakan di Taiwan. Perhelatan perdana IKIP PGRI Pontianak di hari pertama di Taiwan diawali dengan kunjungan dan studi banding ke I-Shou University yang dilaksanakan pada Kamis 20 Maret 2019.

Begitu tiba, rombongan tim dari IKIP PGRI Pontianak beserta beberapa perguruan tinggi lainnya dari Indonesia bersama STKIP Singkawang, Universitas Narotomo Surabaya, UPB Pontianak, UMAHA, Universitas Bakrie, dan STKIP Widya Gama Lumajang yang disambut langsung oleh President dan Vice President I-Shou Univeristy, yaitu Dr Roger dan Tai-Chi Wu.
Sambutan pertama diawali dengan pengenalan terhadap I-Shou University, yang merupakan perguruan tinggi dengan program universitas internasional terkemuka di Taiwan dengan mahasiswa yang berasal dari 45 negara.

Selanjutnya I-Shou University memberikan tur sebagai pengenalan program unggulan kampus terhadap beberapa bidang, yaitu jurusan teknologi, teaching, perfilman, perhotelan, serta bahasa yang dilengkapi dengan fasilitas berkualitas tinggi dan standar internasional.
"Manfaat yang dapat dirasakan dari kunjungan ini adalah bahwa pintu masuk kerjasama perguruan tinggi internasional sangatlah terbuka lebar," ujar Suherdiyanto, saat dikonfirmasi Kamis (21/3/2019).

Ia mengatakan bahasa bukan lagi sebuah hambatan ketika ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, namun yang terpenting adalah adanya komitmen antar perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas yang diharapkan.

Baca: Sering Chatting Dengan Istrinya, Pria Ini Tebas Bahu Remaja 19 Tahun Pakai Samurai

Baca: Minat Baca Kurang, Perpustakaan Kapuas Hulu Hanya Dikunjungi 20 Orang Per Hari

Suherdiyanto juga berharap semoga dengan adanya kunjungan kerjasama ini bisa memberikan experiental learning bagi pengelola institusi agar mampu mengantarkan IKIP PGRI Pontianak sebagai Perguruan Tinggi yang berkualitas dan menjadi pilihan yang tepat bagi generasi yang ingin melanjutkan kejenjang perguruan tinggi.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas mutu pengelolaan atau manajemen Pendidikan di sebuah perguruan tinggi,” ujarnya.

Serta sebagai studi perbandingan untuk meningkatkan kualitas mutu Pembelajaran di IKIP PGRI Pontianak dengan harapan lulusan yg dihasilkan mampu mengimplementasikan teori, pengalaman dan soft skill yang didapatkan utk memajukan pendidikan dan bermanfaat utk masyarakat bangsa dan begara, lanjutnya.

Suherdiyanto mengatakan, ada hal sa ngat menarik selama kegiatan di Taiwan yang ia rasakan, yakni budaya tertib, tepat waktu / disiplin dan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sangat tinggi. Fasilitas sarana dan Prasarana pendidikan disana sudah sangat maju dan menggunakan teknologi terkini.

“Di samping itu kultur masyarakat dan pemerintah setempat sangat peduli dan menjaga warisan budaya leluhur,” ujar Suherdyanto.

Ia merasa sangat disambut baik oleh masyarakat disana, dan juga civitas yang ada di NUKs University. “Suatu kebanggaan bagi kami bisa mendapatkan undangan resmi dari NUKs University dan mendapatkan dana akomodasi dari NUK University, Taiwan,” tuturnya.

Selain dirinya, ada belasan dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia yang berangkat ke Taiwan untuk menghadiri NUK 19th Anniversary pada tahun ini. Ia berkesempatan menikmati perjalanan dari tanggal 19 sampai 24 Maret 2019.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved