Bupati Sintang Tutup Rangkaian Penyegaran Rohani dan Pembinaan Kaum Pria GKII Ketungau
Jarot Winarno menutup rangkaian kegiatan Penyegaran Rohani dan Pembinaan Kaum Pria Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Tri Pandito Wibowo
Bupati Sintang Tutup Rangkaian Penyegaran Rohani dan Pembinaan Kaum Pria GKII Ketungau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang, Jarot Winarno menutup rangkaian kegiatan Penyegaran Rohani dan Pembinaan Kaum Pria Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Ketungau Wilayah I di GKII Kalvari Sungai Lawang, Desa Landau Buaya, Kecamatan Ketungau Tengah, Jumat (22/3/2019) kemarin.
Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sintang, Kartiyus yang menjadi salahsatu narasumber dalam kegiatan Penyegaran Rohani dan Pembinaan Kaum Pria untuk memberikan materi tentang penanganan kasus Stunting.
Bupati Sintang mengatakan bahwa dalam kegiatan Penyegaran Rohani dan Pembinaan Kaum Pria telah disampaikan masalah Stunting oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sintang.
Baca: Klasemen Kualifikasi Euro 2020 Bola, Spanyol dan Italia Raih 3 Poin di Kualifikasi Piala Eropa 2020
Baca: Hadiri Jalan Sehat Hari TBC, Wali Kota Edi Kamtono Ungkap Ada 1300 Warga Tertular TBC
Baca: Lucinta Luna Bikin Heboh Setelah Mengaku Menikah, Fotografer Ungkap Momen Memotret Lucinta dan Suami
"Tadi siang sudah dibahas masalah stunting, saya tegaskan stunting itu bisa terjadi karena tiga masalah,pertama yaitu kemiskinan, kedua ketahanan pangan dan gizi, dan yang ketiga yaitu masalah kesehatan yang kurangnya perhatian terhadap sanitasi dan air bersih," kata Jarot.
Jarot menyampaikan secara detail akar masalah stunting pada point kedua yaitu masalah ketahanan pangan dan gizi.
“Untuk masalah gizi, didaerah kita masih sangat minim, maka dipandang perlu asupan gizi kepada anak-anak kita saat mereka lahir dan tumbuh, perlu diperhatikan dari segi makanannya apakah asupan gizinya cukup atau kurang," terangnya.
Masih kata Bupati Sintang juga menjelaskan pada point ketiga yaitu masalah kesehatan yang berdampak mengakibatkan terjadinya stunting.
“Di sektor kesehatan yang perlu diperhatikan adalah sanitasi dan air bersih, jadi kalau lingkungan kita kurang bersih, airnya kotor, itu akan mengganggu pertumbuhan anak kita maka anak kita akan menjadi Stunting," jelasnya.
Selain itu, Jarot juga memberikan arahan bahwa di Desa Landau Buaya ini untuk dapat mengembangkan sektor pertanian yang lebih baik. Dia melihat potensi-potensi disini cukup baik, seperti sawit, kemudian karet, kebun sahang dan padi sawah.
"Mengingat bahwa kawasan Landau Buaya ini merupakan kawasan rawa yang sangat luas, maka dari itu manfaatkan kawasan rawa ini untuk membuat padi dan sawah serta dikembangkan dengan baik," ucapnya.
Jarot mengingatkan untuk hal-hal sepele yang bisa merusak persatuan dan kesatuan harus disingkirkan jauh-jauh, kita harus damai, rukun, antara kepala desa perangkat desa dan kadus, Ketua BPD dan anggota.
"Jemaat kita juga harus bersatu jangan pecah-pecah, serta Kepala Desa sering-sering berkomunikasi dengan pemerintah Daerah Kabupaten Sintang," pungkas Jarot.
Caption: Bupati Sintang, Jarot Winarno menutup rangkaian kegiatan Penyegaran Rohani dan Pembinaan Kaum Pria Gereja Kemah Injil Indonesia atau GKII Daerah Ketungau Wilayah I di GKII Kalvari Sungai Lawang, Desa Landau Buaya, Kecamatan Ketungau Tengah, Jumat (22/3/2019) kemarin.