Apakah Uang Elektronik itu Riba? Ini Penjelasan Pengamat Ekonomi Syariah

Bahkan heboh di media sosial dan dunia maya soal hukum keberadaanya, apakah haram, halal, riba, atau lainnya.

Apakah Uang Elektronik itu Riba? Ini Penjelasan Pengamat Ekonomi Syariah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pegawai BNI menunjukkan kartu uang elektronik di stan BNI dalam kegiatan Pameran Ekonomi Kreatif Pontianak 2017 di pelataran parkir Ayani Megamall Pontianak, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (26/10/2017) siang. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Apakah Uang Elektronik itu Riba? Ini Penjelasan Pengamat Ekonomi Syariah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Belum lama ini publik ramai membahas terkait uang digital atau uang elektronik.

Bahkan heboh di media sosial dan dunia maya soal hukum keberadaanya, apakah haram, halal, riba, atau lainnya.

Lalu, seperti apa sebenarnya?

Pengamat Ekonomi Syariah dari United Nations Development Programme (UNDP), Greget Kalla Buana, mengatakan, sejatinya uang elektronik sudah berlaku di Indonesia sejak beberapa waktu lalu.

Baca: UPDATE MOBILE LEGENDS : Kaja Transformasi dari Tank/Support Jadi Support/Fighter, Ini Perubahannya

Baca: Diajak Nge-Vlog Raffi Ahmad Bersama Santri, Maruf Amin: Saya Kan Santri Zaman Old

Baca: UPDATE MOBILE LEGENDS : Change Jadi Hero Favorit Match dan Tidak Bisa Dianggap Remeh, Ini Sebabnya

Kehadirannya tentu sudah melalui mekanisme yang sesuai dan diatur oleh institusi terkait di Indonesia.

"Kalau kita ngomong uang elektronik, selama itu sudah ada di Indonesia dan sudah dipergunakan secara luas, artinya itu sudah pasti memenuhi kaidah syariah dari DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia)," kata Greget dihubungi Kompas.com, Jumat (22/3/2019).

Greget mengatakan, selain dari DSN MUI, aturan tentang uang elektronik itu sudah mengikuti aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut dia, selama ini uang elektronik yang dihadirkan perusahaan-perusahaan tersebut sudah masuk katogori halal.

Terkait apakah ada unsur riba di dalamnya, sebenarnya sudah disiasati dengan baik oleh setiap penyedia layanan.

Baca: BREAKING NEWS: Masalah Sepele, Seorang Pria Tebas Tangan Istri hingga Putus

Baca: KENAPA PUBG Haram di Malaysia?, Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Beberkan Pendapatnya

Baca: Transfer Pramusim 2019, Persib Bandung Rampungkan Transfer Delapan Pemain, Siapa Saja ?

Halaman
123
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved