Produk Anggur Lokal, Ciptakan Varian Rasa Terbaru dari Winery Sababay Indonesia

Apresiasi dari masyarakat Indonesia terhadap produk lokal menghasilkan volume share sebesar 25% pada segmen wine.

Produk Anggur Lokal, Ciptakan Varian Rasa Terbaru dari Winery Sababay Indonesia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Konferensi Pers, Gastronomi Indonesia di Hotel Gajahmada. 

Produk Anggur Lokal, Ciptakan Varian Rasa Terbaru dari Winery Sababay Indonesia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hotel Gajahmada yang menjadi wadah dari puncak acara Gastronomi Indonesia, mampu memberikan nuansa eksotis Indonesia dengan sentuhan Sparkling Wine terbaru, Jumat (22/3/2019).

Winery Sababay terus mendengarkan permintaan dari konsumen dan melahirkan Sparkling Series.

Apresiasi dari masyarakat Indonesia terhadap produk lokal menghasilkan volume share sebesar 25% pada segmen wine.

Indonesia Wine Expert, Yohan Handoyo mengatakan kecenderungan konsumen pada Sparkling Wine dapat dilihat dari perkembangannya yang lebih tinggi dibandingkan still wine (15% vs 5%).

Baca: Nonton Bareng Film Pohon Terkenal, Sutarmidji Kagumi Sosok Taruni Ayu

Baca: Empat Rasa Varian Anggur yang Bisa Kamu Nikmati di Hotel Gajahmada

"Dahulu Sparkling Wine identik untuk dikonsumsi saat merayakan momen spesial. Sekarang, Sparkling Wine mulai diminum kapanpun dalam momen apapun. Sesuai dengan tujuan kami untuk mengajak konsumen merayakan setiap momen yang terjadi," paparnya.

Selain itu, Direktur Gajahmada Herman Salim mengatakan, berdasarkan pergerakan pasar yang semakin luas maka Sababay merasa yakin untuk memulai gemerlap 2019 dengan mengeluarkan seri Sparkling Wine terbaru.

Didukung keahlian dari wine expert indonesia dan Nicolas Delacressionnere, winemaker dari Bordeaux, Perancis yang sudah memiliki banyak pengalaman di bidang wine.

"Mereka berkolaborasi untuk terus menggali potensi dan mematahkan paradigma dari anggur yang ditanam sepanjang lintang garis khatulistiwa dan menghasilkan produk-produk berkualitas bertaraf internasional," sebutnya.

Salim menjelaskan, Sababay berawal dari sebuah kisah keyakinan, kegigihan, dan inovasi yang indah, yang kemudian menjadi inspirasi untuk mengangkat prinsip kerjasama perdagangan adil (fair trade) dan berkelanjutan.

"Melalui semangat tersebut kami berinisiatif untuk menjembatani kesenjangan sosial dengan melakukan usaha pemberdayaan petani khususnya petani anggur dan mengembangkan potensi sektor pertanian di Indonesia," ujarnya.

Penjelasannya, Nama ‘Sababay’ yang dibaca [sa-ba-bey], berasal dari lokasi kilang anggur yang berada di tepian Teluk Saba (Saba Bay) di kabupaten Gianyar, Bali.

Fasilitas produksi winery berada dalam area seluas 2 hektar di pantai Timur pulau Bali dilengkapi dengan peralatan kilang pengolahan anggur yang mutakhir dari Perancis, tangki fermentasi dan penyimpanan yang terbuat dari stainless steel, teknologi kontrol suhu yang canggih, rangkaian sistem pembotolan otomatis dari Italia, gudang penyimpanan sejuk untuk produk jadi, laboratorium yang melakukan pengawasan pengendalian mutu, pengelolaan limbah padat dan cair yang berkelanjutan, serta fasilitas pendukung lainnya.

"Saat ini tersedia program Winery Tour untuk melihat dan mengetahui proses pembuatan wine dan pengalaman state-of-the-art new latitude," pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved