Manggala Agni Gandeng Pupuk Kaltim Lakukan Riset Pengolahan Cuka Kayu

Daops Manggala Agni Pontianak tidak hanya selalu bergelut dengan pencegahan dan penanggulangan karhutla

Manggala Agni Gandeng Pupuk Kaltim Lakukan Riset Pengolahan Cuka Kayu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Kepala DAOPS Manggala Agni Pontianak, Sahat Irawan Manik saat memperlihatkan cuka kayu hasil olahan Anggota DAOPS Manggala Agni Pontianak, di markas Manggala Agni, Kamis (21/3). 

Manggala Agni Gandeng Pupuk Kaltim Lakukan Riset Pengolahan Cuka Kayu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Daops Manggala Agni Pontianak tidak hanya selalu bergelut dengan pencegahan dan penanggulangan karhutla, namun ada beberapa kegiatan lain yang dilakukan.

Satu diantaranya melakukan riset pembuatan cuka kayu dari hasil tebasan masyarakat yang membuka lahan.

Menurut kepala Daops Manggala Agni, Sahat Irawan Manik, pengolahan cuka kayu ini bermula dari permintaan masyarakat yang ingin dicarikan solusi ketika tidak diperbolehkan membakar lahan.

Baca: Pra PON Ajang Prestasi Pembalap Muda, Ryan Pantang Menyerah dan Berdoa

Baca: Penasehat Hukum GAPKI Minta Klarifikasi Setiap Perusahaan Yang Tidak Taat Aturan

Baca: Hadiri Acara Perlepasan Ekspor Komoditi Pertanian, Ini Penjelasan Bupati Kapuas Hulu

"Kami ini setiap turun kelapangan dan ketemu masyarakat selalu mengkampayekan jangan membakar dan mereka meminta solusi. Akhirnya pengolahan cuka kayu inilah yang kami tawarkan," ujarnya, Kamis (21/3).

Diakuinya walaupun pengolahan cuka kayu ini ada instansi yang lebih membidangi namun pihaknya tetap memberikan pemahaman kepada masyarakat.

"Walaupun ada instansi yang membidangi, kami coba melatih sehingga anggota kita bisa jelaskan terkait pengolahan cuka kayu ini. Dimana cuka kayu hasil dari asap cair, bahan tebasan masyarakat buka ladang, di bakar dalam tungku asapnya di tampung, asap cair itulah yang dijadikan cuka kayu," ungkapnya.

Nantinya asap cair tersebut disaring kembali sehingga menurutnya dapat dihasilkan cuka kayu yang memiliki banyak manfaat.

"Setelah ditampung kita suling lagi dan hasilnya bisa di jadikan pestisida, pupuk hingga pengawet makanan," katanya.

Bahkan ia mengakui telah menggandeng pupuk Kaltim untuk melakukan riset terkait cuka kayu yang dijadikan sebagai pupuk.

"Cuka kayu ini bisa dijadikan pupuk dan telah kita coba membandingkan dengan pupuk kimia ketanaman, dan hasilnya memang lebih baik dari cuka kayu. Saat ini kita juga menggandeng pupuk Kaltim untuk melakukan riset lebih jauh," tuturnya.

Menurut dia dengan keberadaan pengolahan cuka kayu ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kubu Raya.

"Selain tujuan kami memberikan solusi kepada masyarakat saat membuka lahan, cuka kayu juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Di luar ini sudah sangat bernilai dan disini kita coba sosialisasikan kepada masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved