Indonesia Lepas Ekspor CPO ke Malaysia Sebanyak 1.417 Ton

Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina, Sriyanto menyatakan, kalau pihaknya bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu

Indonesia Lepas Ekspor CPO ke Malaysia Sebanyak 1.417 Ton
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir saat menghadiri acara pelepasan ekspor komoditi pertanian di PLBN Nanga Badau Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (21/3/2019). 

Indonesia Lepas Ekspor CPO ke Malaysia Sebanyak 1.417 Ton

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina, Sriyanto menyatakan, kalau pihaknya bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, telah melepas ekspor CPO sebanyak 1.417 ton atau senilai Rp 9,49 miliar tujuan ke negara Malaysia.

"Kalimantan Barat sendiri punya banyak potensi selain CPO, diantaranya Arang, Lada biji, Bungkil Kelapa, Langsat dan Kelapa Bulat," ujarnya kepada wartawan, di PLBN Nanga Badau Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (21/3/2019).

Sriyanto menjelaskan, bahwa posisi pemerintah, dalam hal ini Kementan tidak hanya mendorong potensi pertanian yang ada, agar memenuhi kualitas dan persyaratan sanitary dan phytosanitary negara tujuan, namun juga dapat mengajak investor maupun pembeli dari negara tujuan agar dapat langsung melihat potensi yang ada.

Baca: Abang Indra Harap Sosialisasi Bahaya Narkoba Hingga ke Tingkat Desa

Baca: Manggala Agni Gandeng Pupuk Kaltim Lakukan Riset Pengolahan Cuka Kayu

Baca: Pra PON Ajang Prestasi Pembalap Muda, Ryan Pantang Menyerah dan Berdoa

Baca: Penasehat Hukum GAPKI Minta Klarifikasi Setiap Perusahaan Yang Tidak Taat Aturan

"Kita bisa ajak mereka melihat potensi yang ada, karena saya yakin kita bisa bersaing dengan produk dari negara lain," ucapnya.

Menurutnya, ekspor melalui PLBN kini makin mudah dan sangat potensial, karena bisa langsung ditempuh lewat jalur darat. Kementan sendiri melakukan sertifikasi karantina tiga PLBN yang ada di wilayah Karantina Entikong, meliputi PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, PLBN Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu dan PLBN Entikong.

"Pada 2018 ada lima komoditi pertanian unggulan selain CPO yang telah diekspor ke Malaysia dari 2016 hingga Februari 2019 yaitu Arang Kayu, Lada Biji, Bungkil Kelapa, dan Langsat dengan nilai total Rp 943,98 miliar.

Nilai ekspor tersebut, terus naik dari tiga tahun sebelumnya, pada 2016 nilai ekspor komoditas pertanian yang dikirim lewat tiga PLBN di senilai Rp 436,5 miliar, sedang pada 2017 meningkat sebanyak Rp 479,24 miliar dan pada tahun 2018 meningkat nilainya hampir 200 persen," ujarnya.

Sriyanto menuturkan, kalau hari ini Kamis (21/3/2019) di PLBN Nanga Badau telah dilepas yaitu Ekspor cpo sebanyak 1.417 ton, dengan nilai ekspor mencapai Rp 9,491 miliar (ekspor dua hari terakhir/20-21 maret 2019), Asam Keranji sebanyak 1,6 ton dengan nilai jual mencapai Rp 22.249.516.

"Di PLBN Entikong terdapat lalulintas ekspor komoditi pertanian sebanyak 21 jenis komoditi dengan total jumlah 3,86 ton dan nilai jual Rp28,75 juta. Di PLBN Aruk sebanyak 4 jenis komoditi pertanian dengan total jumlah 415 kilogram dan nilai jual Rp42,7 juta," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Entikong, Yongki Wahyu Setiawan menyatakan, sejak awal tahun 2019 hingga minggu kedua bulan Maret tercatat ada 10 komoditas pertanian yang diekspor ke Malaysia, dengan volume dan frekuensi ekspor tertinggi yaitu berturut-turut, buah langsat sebanyak 189.09 ton, arang kayu sejumlah 31,36 ton, asam keranji berjumlah 21,94 ton, lada biji dengan total 20,09 ton, buah pisang sebesar 17,67 ton, jeruk limau sebesar 11,29 ton, kelapa bulat total 10,25 ton, petai sebanyak 4,07 ton, jagung manis ada 2,79 ton dan buah naga sejumlah 2,17 ton.

"Kami berharap agar para eksportir mau menggarap pasar ekspor di Entikong. Semoga, lewat Agro Gemilang nanti tumbuh eksportir-eksportir baru," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved