Yenny Wahid Minta Muslimat Nahdlatul Ulama Tentukan Sikap Politik

Ketua Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid, mengimbau warga NU tidak salah pilih dalam pilpres 2019

Yenny Wahid Minta Muslimat Nahdlatul Ulama Tentukan Sikap Politik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ridho Panji Pradana
Dewan Pengarah TKD Jokowi-Amin di Kalbar, Sutarmijdi, saat menghadiri Istighosah Qubro, Muslimat NU Kalbar di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (17/3/2019). 

Yenny Wahid Minta Muslimat Nahdlatul Ulama Tentukan Sikap Politik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Ketua Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid, mengimbau warga NU tidak salah pilih dalam pilpres 2019. Yenny juga mengajak kaum hawa NU memerangi hoaks selama pelaksanaan pemilu, karena dianggap bisa menimbulkan perpecahan.

"Mau jadi pendukung sini mau jadi pendukung sana, yang penting adil. Adil itu salah satunya tidak menyebar fitnah terhadap lawan polotik, tidak menyebar hoaks, karena ini dilarang dalam Islam," katanya saat menghadiri Istighosah Qubro Muslimat NU Kalbar, di Qubu Resort Kabuapten Kubu Raya, Minggu (18/3/2019).

Baca: Hadiri Istighosah Qubro NU, Midji: Orang NU Tak Pilih Kyai NU, Saya Tak Bisa Bilang Apa-apa Lagi

Baca: Karolin Margret Natasa Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Baca: BREAKING NEWS - Pendukung Prabowo Subianto Padati Istana Kadriah, Trimono Berpenampilan Ekstrem

Baca: Ustadz Abdul Somad Tantang Pengejeknya di Youtube, IG, Facebook: Kalau Kalian Mau Serius Datanglah!

"Diri kita tidak boleh kita sakiti, apalagi menyakiti orang lain," timpal Yenny.

Yenny menyebutkan jika kaum Ibu memiliki peranan besar membangun bangsa. Karena itu, dia meminta agar para ibu yang ada di Muslimat NU ambil bagian dan menentukan sikap politik.

"Ibu-ibu memiliki peranan luar biasa. Mendidik anak-anak, mengatur dan memastikan semua urusan di rumah tangganya. Meskipun NU dan Muslimat NU harus netral, namun kita sebagai jamaahnya wajib berpolitik. Karena jamaah ini, akan menentukan nasib bangsa dan negara serta eksistensi NU," tegas Putri Gus Dur itu.

Sebagai tokoh NU, Yenny Wahid menegaskan sudah memiliki arah dan sikap politik yang jelas di pilpres 2019. Dirinya mengaku akan sangat bangga, jika ada tokoh NU yang mampu menjadi pimpinan nasional.

"Ketika tokoh (NU) kita sukses menyampaikan visi dan misinya, tentu kita bangga sebagai jamaah NU. Nama saya Yenny Wahid, artinya satu. Jadi memilih dalam pilpres ini, dipengaruhi pikiran saya juga," jelas dia.

"Ini kalau saya lho ya, kalo saya. Kalo mau bareng saya dipilpres ya Alhamdulillah. Kalo nggak, ya terlalu," sambung Yenny sambil tertawa.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved