Prabowo Kesal Pada Oknum Punya Gelar Sederet Tapi Gagal Sejahterakan Rakyat

Prabowo Subianto mengungkapkan rasa kekesalannya pada oknum-oknum yang mempunyai gelar dan disebutnya pintar

Prabowo Kesal Pada Oknum Punya Gelar Sederet Tapi Gagal Sejahterakan Rakyat
TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pramana
Capres 02 Pilpres 2019, Prabowo Subianto saat menyapa seluruh pendukung dan simpatisannya dihalaman Istana Kadriah Pontianak, Minggu (17/03/2019). 

Prabowo Kesal Pada Oknum Punya Gelar Sederet Tapi Gagal Sejahterakan Rakyat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Capres 02, Prabowo Subianto mengungkapkan rasa kekesalannya pada oknum-oknum yang mempunyai gelar dan disebutnya pintar, namun gagal membuat rakyat sejahtera.

Sebelumnya, ia menerangkan jika Kalimantan merupakan satu diantara pulau yang paling kaya didunia, karena mempunyai karet, kelapa sawit, batu bara, hingga bauksit.

Bauksit, lanjutnya, diolah menjadi alumina dan setelah diolah lagi menjadi aluminium, yang merupakan bahan untuk pesawat terbang, kereta api, mobil, motor, televisi hingga dengan komputer.

"Saya bertanya, ada gak pabrik mobil di Indonesia? Ada gak pabrik komputer di Indonesia? Jadi kekayaan kita dibawa dikirim ke luar negeri, diolah keluar negeri, kita impor dari luar negeri. emas ada, gas alam ada, apa yang tidak ada? Tetapi kekayaan ini dibawa ke luar negeri yang menikmati ini hanya segelintir orang saja, kita akhirnya menjadi penonton dirumah kita sendiri," kata Prabowo, Minggu (17/03/2019) di Istana Kadriah Pontianak.

Baca: JADWAL Timnas Indonesia U23 di Piala AFC 2019, Huni Grup Neraka Bersama Thailand & Vietnam

Baca: Polsek Terentang Sosialisasikan Bahaya Narkoba Pada Pelajar SMP

Baca: VIDEO: Kebakaran Ruko dekat Markas TNI AL di Jeruju

"Dan yang sedih adalah kita harus jadi kacungnya orang lain, dan kita dikasih gaji yang sangat sedikit," lanjutnya.

Melihat fenomena tersebut, Prabowo pun menerangkan jika ia telah menerbitkan setidaknya empat buku terkait dengan kondisi Indonesia yang dinilainya memprihantinkan.

"Saya sudah lama hitung, saya sudah lama keliling Indonesia, hampir 20 puluh tahun saya sudah menulis empat buku, tapi gak laku-laku dibeli, kadang-kadang saya tarok ditoko buku, tapi gak dijual-jual, gak tau, sekarang saya bagi-bagi aja buku saya," katanya.

"Dengan demikian, saya sudah mengatakan kekayaan Indonesia mengalir keluar, kebocoran, kekayaan kita, Rp. 1000 T setiap tahun, minimal ada di buku itu, saya pertanggung jawabkan angka-angka saya. Saya memang diejek, tapi tidak pernah dijawab, tidak pernah disanggah, dihina iya, diejek iya, saya dibilang tidak punya gelar ekonomi, saya balik bertanya kepada mereka, kau yang punya gelar sederet, kau yang pintar sekali, kenapa kau gagal mengurus kekayaan kita," timpal Prabowo.

Ketum Gerindra ini pun menyindir orang-orang yang disebutnya pintar dan berada di Jakarta yang gagak mensejahterakan rakyat.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved