Pemilu 2019

Jadi Prioritas, KPU Sosialisasi Kepemiluan di Daerah Pinggiran

Dalam sosialisasi, Abror menyampaikan, ada tiga kategori peserta pemilu di Pemilu 2019. Yakni capres-cawapres, DPD, dan legislatif.

Jadi Prioritas, KPU Sosialisasi Kepemiluan di Daerah Pinggiran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang bersama Relawan Demokrasi (Relasi), PPK dan PPS telah menggelar sosialisasi tentang kepemiluan kepada warga dan para tetua adat di Parinto, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kamis (14/3/2019). 

Jadi Prioritas, KPU Sosialisasi Kepemiluan di Daerah Pinggiran

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang bersama Relawan Demokrasi (Relasi), PPK dan PPS telah menggelar sosialisasi tentang kepemiluan kepada warga dan para tetua adat di Parinto, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kamis (14/3/2019).

Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Khairul Abror mengatakan dalam melakukan sosialisasi, pihaknya juga menyasar daerah-daerah yang terbilang daerah pinggiran.

Di mana akses untuk menuju ke sana relatif sulit, dan jaringan informasi yang tidak semudah bagi warga di perkotaan.

Baca: Kecewa dengan Tuntutan Jaksa, Korban KDRT Minta Hakim Putuskan Vonis dengan Adil

Baca: Jadwal Debat Cawapres Malam Ini 17 Maret 2019, Tema Debat & Siaran Langsung TV Jam 20.00 WIB

“Daerah pinggiran ini menjadi salah satu prioritas kami untuk sosialisasi sehingga setiap warga Singkawang termasuk mereka yang ada di pinggiran, bisa mendapatkan infomasi dengan baik,” katanya, Minggu (17/3/2019).

Dalam sosialisasi, Abror menyampaikan, ada tiga kategori peserta pemilu di Pemilu 2019. Yakni capres-cawapres, DPD, dan legislatif.

Ada dua pasangan calon capres dan cawapres dalam Pemilu 2019 ini. Pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf dan 02 Prabowo-Sandi.

"Calon anggota DPD ada 20. Sementara legislatif tiga kategori, RI, provinsi dan kota,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PPK Singkawang Timur, Andreas Aan juga menyosialisasikan kepemiluan dengan menggunakan bahasa Dayak, bahasa mayoritas warga setempat.

Digunakannya bahasa lokal dalam sosialisasi, agar informasi tentang kepemiluan lebih mudah dipahami oleh warga di sana.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved