Buka Musyawarah III Puspawaja, Bupati Jarot: Keberagaman Tumbuhkan Persatuan!

Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Musyawarah III Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang Tahun 2019

Buka Musyawarah III Puspawaja, Bupati Jarot: Keberagaman Tumbuhkan Persatuan!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wahidin
Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Musyawarah III Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang Tahun 2019 bertempat di Rumah Adat Melayu Tepak Sirih, Kabupaten Sintang, Minggu (17/3/2019) pagi. 

Buka Musyawarah III Puspawaja, Bupati Jarot: Keberagaman Tumbuhkan Persatuan!

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Musyawarah III Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang Tahun 2019 bertempat di Rumah Adat Melayu Tepak Sirih, Kabupaten Sintang, Minggu (17/3/2019) pagi.

"Sintang adalah melting pot, melelehnya budaya-budaya besar, budaya Nusantara. Kita punya berbagai macam budaya, pertama budaya Melayu dan budaya Dayak kemudian ada budaya Jawa, Tionghoa dan budaya lainnya," katanya.

Jarot menyampaikan, dengan keberagaman budaya tersebut, Sintang selama ini menunjukkan bahwa justru tumbuh kesatuan persatuan karena seluruh masyarakat Sintang menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya-budaya yang ada.

Baca: Sedang Berlangsung! Live Stream Timnas Indonesia U23 Vs Bali United, Duel Menuju Piala Asia 2019

Baca: BREAKING NEWS - Pendukung Prabowo Subianto Padati Istana Kadriah, Trimono Berpenampilan Ekstrem

Baca: Ustadz Abdul Somad Tantang Pengejeknya di Youtube, IG, Facebook: Kalau Kalian Mau Serius Datanglah!

"Karena seluruh budaya mengajarkan hubungan antara manusia dengan tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alamnya. Jadi beragamnya suku bangsa ini bukan menjadi menjadi sumber perpecahan," jelasnya.

Lanjut Jarot bahwa keberadaan masyarakat Jawa di Kabupaten Sintang selama ini pun sudah ikut berperan membangun daerah. Kemudian dapat berbaur dengan masyarakat lokal di berbagai wilayah di Kabupaten Sintang.

"Paling tidak kelompok masyarakat Jawa yang di eks lokasi transmigrasi telah ikut membangun desa menjadi desa yang cukup baik. Kemudian kesatuan persatuan yang mereka tunjukkan membuat situasi sangat kondusif dan yang ketiga pengembangan khususnya kesenian mereka juga cukup maju," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved