Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta

Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta

Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta
KOLASE
Kesaksian Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru, Raung Peluru di Khutbah Persahabatan & Cinta 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tarik Chenafa langsung memecahkan jendela di atasnya saat suara berondongan senjata terdengar di Masjid Al Noor, Jumat (15/3/2019) jam 01.40 waktu setempat.

Tarik mengatakan, saat itu Imam baru sepuluh menit menyampaikan khutbah tentang persahabatan, dan cinta.

Masjid itu penuh sesak, para jamaah menumpuk di lorong serta ruang sholat. Para wanita, seperti biasa, berada di area yang terpisah di sebelah kanan pintu masuk.

"Aku mendengar (suara) 'bam' dan kupikir itu memecahkan kaca atau kembang api. Kemudian aku mendengar 'dud dud dud' dan aku tahu ini bukan permainan, itu adalah serangan," kata Tarik dilansir The New Zealand Herald.

Baca: Pemilik Warung Makan di Sintang Bersedia Gunakan Gas 5.5 Kilogram Asalkan Stok Terus Aman

Baca: Femmy Permatasari di New Zealand Saat Insiden Penembakan, Keluarganya Panik Hingga Lakukan Ini

Tarik tak melihat siapa orang yang memberondong jemaah dengan senjata itu.

Dirinya hanya melihat jendela dan spontan memutuskan untuk melewatinya.

Kaca pecah, Tarik Chenafa pergi dengan darah mengalir dari kepala, lengan dan kakinya.

Dia kemudian melompati tembok di bagian belakang kompleks, kemudian memanjat beberapa pagar tetangga sampai mencapai jalan.

"Di belakang saya, saya bisa mendengar anak-anak menangis, masih ada penembakan. Itu berlangsung lama," katanya.

Di jalan, Tarik Chenafa menghentikan mobil dan meminta sopir untuk membawanya ke rumah sakit.

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved