Ini Stategi BPBD Pontianak Menghadapi Kebakaran Hutan & Lahan di Musim Kemarau

Saptiko menjelaskan, tahun 2018 lalu, hanya ada tiga mesin air, sekarang sudah disiapkan lima mesin air siap tempur memadamkan api

Ini Stategi BPBD Pontianak Menghadapi Kebakaran Hutan & Lahan di Musim Kemarau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA'M NURUL ANSHORY
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak, Saptiko 

Ini Stategi BPBD Pontianak Menghadapi Kebakaran Hutan & Lahan di Musim Kemarau

PONTIANAK, TRIBUN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak sudah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menyiapkan alat dan sumber daya manusia untuk siaga karhutla selama musim kemarau 2019.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak, Saptiko menjelaskan, tahun 2018 lalu, hanya ada tiga mesin air, sekarang sudah disiapkan lima mesin air siap tempur memadamkan api.

"Dari lima itu, dua mesin besar tiga mesin kecil, satu mesin kita siapkan khusus untuk Pontianak Utara, jadi kalau ada karhutla disana tidak perlu lagi unit dari sini pergi kesana," jelasnya Sabtu (16/3/2019).

Baca: Dua Lembaga Survey Nyatakan Golkar Kalbar Raih 3 Kursi DPR RI, Ini Komentar Maman Abdurrahman

Baca: BPBD Pontianak Imbau Masyarakat Tak Bakar Lahan Sembarangan di Musim Kemarau

Baca: Akbar Tanjung Ajak Kader Golkar Kampanyekan Keberhasilan Jokowi Sebagai Presiden

Dari segi persiapan sumber daya manusianya, Saptiko menjelaskan pihaknya telah melatih personel secara rutin.

"Sehingga ketika terjadi kebakaran mereka sudah tahu, regunya siapa, tugasnya apa, dan bagaimana kerjanya sehingga bisa cepat antisipasi terhadap karhutla," ungkapnya.

Saptiko menuturkan, personel siaga karhutla tahun ini sudah dipersiapkan dengan matang dan didukung oleh TNI, Polri, serta para relawan dari kelompok masyarakat.

"Kita dari relawan BPBD ada 20 orang, belum lagi ditambah dari staf BPBD, belum lagi dari relawan dari luar baik itu kelompok masyarakat, komunitas, juga mereka siap membantu kita," ujarnya.

Saptiko menjelaskan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas PUPR untuk mengantisipasi kesulitan air di musim kemarau dimana air merupkana satu-satunya hambata saat terjadi karhutla.

"Kita sudah koordinasi dengan dinas PUPR, nanti mereka akan melakukan penggalian di parit-parit sebagai penampungan air, juga mereka membuat sekat tanah, sehingga nanti kesulitan air bisa kita antisipasi, untuk SDM dan alat kita tidak ada masalah," jelasnya.

Saptiko menjelaskan, titik rawan terjadi karhutla di Pontianak merupakan lokasi yang sudah menjadi langganan karhutla setiap tahun.

Untuk wilayah Pontianak Tenggara kata dia, rawan karhutla di Jalan Paris 2 ujung sampai Jalan Sungai Raya dalam, kemudian di Kelurahan Bansir Darat, mulai dari Jalan Paris 2 ujung sampai Jalan Sepakat 2.

"Kemudian di Belakang Untan dan Jalan Padat Karya, di Kelurahan Parit Tokaya itu di Jalan Perdana, Jalan Parit Demang dan Jalan Purnama 2, di Pontianak Utara rawan sekitar ujung Batulayang, Siantan Hilir, Siantan Tengah dan Siantan Hulu sedikit," paparnya.

Saptiko menjelaskan, penyebab utama karhutla di Kota Pontianak 99% disebabkan oleh manusia, dimana warga masyarakat yang membakar lahan kemudian merembet kemana-mana.

"Sebagai antisipasi, sejak 1 Maret 2019 kita sudah melakukan partoli setiap hari, mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00, kita berkeliling," tandasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved