Tim Peneliti Pasang Plang Nama di Peninggalan Sejarah Masa Lalu

Tim itu dikoordinatori oleh Tisna Arif dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi Gading.

Tim Peneliti Pasang Plang Nama di Peninggalan Sejarah Masa Lalu
Dinas Pendidikan Kayong Utara
Tim Peneliti BPCB Kaltim dan Balai Arkeologi Banjarmasin melakukan penelitian di Prasasti Batu, Dusun Serutu, Desa Betok Jaya, Kepulauan Karimata. 

Tim Peneliti Pasang Plang Nama di Peninggalan Sejarah Masa Lalu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Belum lama ini Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur melakukan riset dan pemasangan plang nama di tiga lokasi peninggalan sejarah masa lalu di Kabupaten Kayong Utara.

Tim itu dikoordinatori oleh Tisna Arif dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi Gading.

Tim yang berjumlah 12 orang itu melakhkan survei selama lima hari di Kecamatan Kepulauan Karimata dan Pulau Maya.

“Tujuan kita melakukan kegiatan ini, untuk pelestarian cagar budaya yang ada di Karimata," kata Tisna dalam siaran pers yang diterima Tribun, Jumat (15/4/2019).

Baca: Danlantamal XII Pontianak Hadiri Apel Kesiapan Pengawasan Pemilihan Umum Tahn 2019

Baca: Perindah Estetika Kota, Pemkot Pontianak Bangun Taman Aktif dan Pasif

Baca: HASIL Drawing Liga Champion: Perempat Final, Semifinal Hingga Jadwal Final! LIVE Jam 18.00 WIB

Untuk di Karimata, Tim melakukan pemasangan plang di Prasati Pasir Cina dan Prasasti Pasir Kapal.

Sementara, untuk di Pulau Maya, tim memasang plang di Gunung Totek. Tim juga melakukan pendataan terhadap tinggalan bawah air yang ada di Pulau Karimata.

Sementara itu, Jumadi Gading mengatakan, dari data yang dimiliki Kepala Desa Betok, terdapat sedikitnya 7 titik lokasi kapal karam yang ada di perairan Desa Betok, Kepulauan Karimata.

Data ini didapatnya dari para penyelam yang memasang bubu di karang.

“Kita berharap, kedepannya Balai Cagar Budaya, melakukan pengajian tentang tinggalan bawah air yang ada di Kayong Utara, karena sudah banyak barang-barang berupa piring dan guci dari keramik yang dijual masyarakat kepada para pembeli dari Belitung," harap Jumadi.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved