Sekda Sebut Pemerintah Desa Belum Maksimal Atasi Pengangguran

Sekretaris Daerah Kayong Utara, Hilaria Yusnani menilai Pemerintah Desa belum maksimal mengatasi masalah pengangguran di desa.

Sekda Sebut Pemerintah Desa Belum Maksimal Atasi Pengangguran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Adelbertus Cahyono
Sekda Kayong Utara, Hilaria Yusnani. 

Sekda Sebut Pemerintah Desa Belum Maksimal Atasi Pengangguran

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Sekretaris Daerah Kayong Utara, Hilaria Yusnani menilai Pemerintah Desa belum maksimal mengatasi masalah pengangguran di desa.

Menurut Hilaria, Pemerintah Desa mestinya memanfaatkan potensi yang ada di desa untuk mengurangi pengangguran.

Satu diantara cara yang bisa ditempuh adalah dengan membentuk BUMDes untuk mengelola potensi tersebut. Pembentukan BUMDes dapat menyerap tenaga kerja.

Di lain sisi, Pemerintah Desa pun disarankan membuka ruang usaha yang lebih besar untuk masyarakat, misalnya industri rumahan.

"Jadi, saran saya tadi lebih banyak mencari informasi itu melalui media massa yang udah sangat-sangat terbuka sekarang, misalnya google," ucap Hilaria di Sukadana, Jumat (15/3/2019).

Baca: KPK Tangkap Tangan Ketum PPP, PSI: Aparat Penegak Hukum Tak Tebang Pilih Seperti Tuduhan ke Jokowi

Baca: Gara-gara Konflik dengan Martin Carter, Syahrini Pernah Terancam 4 Tahun Penjara

Baca: Edi Kamtono Akan Buat Taman Untuk Mempercantik Estetika Kota Pontianak

Kata Hilaria, masing-masing desa pasti memiliki keunikan dan potensi. Tinggal bagaimana Pemerintah Desa dan masyarakat memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan.

Oleh karenanya, setiap desa diminta untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut agar jumlah pengangguran dapat terkurangi.

Hilaria kemudian mencontohkan sebuah desa yang terletak di wilayah Yogyakarta yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya lewat pengelolaan sumber daya air.

Dalam kurun waktu sekitar delapan tahun, angka kemiskinan dan pengangguran di desa tersebut bisa nol.

"Bahkan dari usahanya BUMDes itu, bisa menyekolahkan dan menguliahkan warganya yang dari keluarga kurang mampu," tutur Hilaria.

Hilaria mengatakan, sebenarnya apabila masyarakat mampu memproduksi suatu produk secara berkelanjutan, pembelinya pasti ada.

Akan tetapi, yang sekarang ini sering terjadi adalah ketika ada yang ingin membeli dalam jumlah besar, masyarakat justru belum mampu memenuhinya.

"Ini yang menjadi kendala. Masyarakat yang memproduksi kalau hanya untuk kebutuhan lokal ini jelas tidak mampu terserap. Kita harus berorientasi pasar itu di luar," imbuh Hilaria.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved