PPATK-Bea Cukai Sosialiasi Tindak Pencucian Uang dan Pengawasan Terhadap UU TPPU

Apabila tidak diberitahukan kepada pihak Bea Cukai maka mereka akan mendapatkan sanksi 10 persen

PPATK-Bea Cukai Sosialiasi Tindak Pencucian Uang dan Pengawasan Terhadap UU TPPU
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Deputi Bidang Pencegahan PPATK, Muhammad Sigit beri kata sambutan 

PPATK-Bea Cukai Pontianak Sosialiasi Tindak Pencucian Uang dan Pengawasan Terhadap UU TPPU

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Pontianak mengadakan sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengawasan Pembawaan Uang Tunai dan/atau Instrumen Pembayaran Lain Lintas Negara di Aula KPPBC TMP B Pontianak, Jumat (15/3/2019).

Deputi Bidang Pencegahan PPATK, Muhammad Sigit menjadi salah satu narasumber yang meninjau langsung pengawas di Entikong dan memberikan sosialisasi teknis kepada KPPBC TMP B Pontianak.

"Selain memberikan sosialisasi, juga kita memberikan penguatan dan pengawasan terhadap UU TPPU (pasal 1 Angka 5 UU PP TPPU No 8/2010) mengenai pembawaan uang tunai," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Selain itu, dari sisi PPATK satu diantara cara tindakan pencucian uang dan tindak pidana terorisme adalah pembawaan uang tunai dari lintas negara baik itu dari negara lain yang masuk ke Indonesia ataupun dari RI ke negera lain.

Baca: Sering Pakai Piyama Saat Bikin Konten Kreatif, Ternyata Ini Alasan Rey Baday

Baca: HASIL Drawing Liga Eropa 2018/2019, Tim Spanyol Saling Bunuh Untuk ke Semifinal

Sigit mengatakan, cara pengaturannya dan bentuk penguatan maka PPATK memberikan sosialisasi dan pengawasan langsung kepada pihak Bea Cukai baik itu yang ada di perbatasan laut, udara dan darat untuk menyakinkan bahwa para penumpang atau awak jasa pengangkut yang membawa uang tunai diatas Rp 100 juta harus memberitahukan (mendeklarasi) kepada Bea Cukai.

Dengan demikian, tindakan tegas terhadap pengawasan terhadap tindakan uang palsu ataupun tindak teroris bisa segera diketahui.

"Apabila tidak diberitahukan kepada pihak Bea Cukai maka mereka akan mendapatkan sanksi 10 persen, kecuali memambg ada indikasi mencurigakan," ujarnya.

Lanjutnya, jika uang asing yang masuk ke Indonesia ataupun dibawa keluar negeri melalui jalur RI harus ada izin dan melaporkan kepada Bank Indonesia, dan tetap meitaukan kepada pihak Bea Cukai yang nantinya akan dikenakan denda administrasi.

"Intinya seperti itu, kenapa penting, karena pembawaan uang tunai resikonya cukup tinggi sebagai modus tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana terorisme, jadi teroris bisa saja membawa uang dari satu tempat ke tempat lain," pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved