Heronimus Hero: Penerapan Modernisasi Mendorong Petani Mandiri

Penerapan moderenisasi pertanian dilakukan oleh Dinas Pertanian, Tanaman dan Pangan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar

Heronimus Hero: Penerapan Modernisasi Mendorong Petani Mandiri
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dinas Pertanian, Tanaman dan Pangan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, melakukan lokasi kawasan percontohan dalam pola pertanian moderen 

Heronimus Hero: Penerapan Modernisasi Mendorong Petani Mandiri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penerapan moderenisasi pertanian dilakukan oleh Dinas Pertanian, Tanaman dan Pangan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, untuk mencari lokasi kawasan percontohan dalam pola pertanian moderen.

Kepala Distan Kalbar, Heronimus Hero mengatakan bahwa pihaknya dengan BI saat ini tengah mencari lokasi dan kelompok tani di Kalbar yang mau dan bisa menerapkan pola pertanian di Kalbar.

"Penerapan moderenisasi pertanian tersebut nantinya dari semua tahapan. Hal itu seperti tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pengolahan," ujarnya, Jumat (15/3/2019).

Lanjutnya, setiap tahapan tersebut menerapkan teknologi mekanisasi dan manajemen usaha tani yang baik. Jadi harus memulai dan mengarah ke hal tersebut.

Baca: Lakukan Kunjungan, Sy Abdullah Serap Aspirasi Masyarakat di Pontianak Utara

Baca: Pertama di Kalbar, Bupati Karolin Minta Program Peremajaan Sawit Rakyat Digarap Serius

Baca: Marvel Kembali Rilis Trailer Terbarunya Avengers: Endgame, Ini Video Cuplikan Trailernya!

Ia menargetkan dan berharap penerapan pola pertanian moderen di setiap kabupaten ada. Dengan adanya penerapan kawasan percontohan di setiap kabupaten bisa menotivasi petani untuk lebih baik.

"Kita ingin dari 14 kabupaten dan kota di Kalbar ada satu lokasi penerapan pola pertanian moderen di Kalbar," kata dia.

Ke depan arah pertanian di Kalbar secara umum harus sudah moderen. Hal itu dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas budidaya padi di Kalbar lebih baik.

"Tingkat konsumsi beras di Indonesia masih tinggi yakni 115 kilogram per tahun atau sekitar 3 ons per hari per orang. Konsumsi yang tinggi dan tingkat pertumbuhan penduduk yang terus tumbuh tentu butuh produksi dan produktivitas yang tinggi pula. Apalagi soal lahan di sisi lain terus berkurang. Penerapan pertanian moderan satu di antara solusi," imbuhnya.

Pihaknya juga terus mendorong petani bisa mandiri. Dengan mandiri akan mampu berdaya saing dan berkelanjutan. Ujung - ujungnya petani sejahteran dan ketahanan pangan di Indonesia terus hadir.

“Visi kita ke depan petani mandiri. Kita tidak mau petani manja. Kembali, kita ingin petani kita sudah moderan. Sehingga secara bertahap bantuan Alsintan terus hadir ke petani,” pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved