Cegah Serangan Siber Pada KPU, Ini Saran Dosen Informatika

Serangan sistem bisa disebabkan oleh dua kemungkinan yaitu faktor internal dan external.

Cegah Serangan Siber Pada KPU, Ini Saran Dosen Informatika
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Dosen Universitas Bina Sarana Informatika Kota Pontianak,┬áNanda Diaz Arizona, S.Kom, MM. 

Cegah Serangan Siber Pada KPU, Ini Saran Dosen Informatika

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperkuat sistem informasi yang dibangun untuk publikasi pemilu kepada masyarakat.

Dosen Universitas Bina Sarana Informatika Kota Pontianak, Nanda Diaz Arizona, S.Kom, MM mengingatkan bahwa tidak ada sistem yang aman.

Sebagai contoh perusahaan teknologi terbesar di dunia seperti microsoft saja sampai saat ini terus melakukan update system atau memperbaharui keamanan sistem pada sistem operasi yang mereka jual.

"Itu disebabkan sampai saat ini banyak terdapat celah atau security hole yang masih bisa di susupi oleh hacker melaui malware atau yang lainnya," katanya, Jumat (15/3/2019).

Serangan sistem bisa disebabkan oleh dua kemungkinan yaitu faktor internal dan external.

Baca: Tiba di Rumah Duka, Iswandi: Pemulangan Jenazah Rianto Terhambat Biaya

Baca: Ketum PPP Terjaring OTT KPK, Mahfud MD: Tak Ada Partai Anak Tiri atau Dianak Emaskan

Faktor interal biasanya disebut keteledoran pengguna atau human eror. Misalnya pihak KPU tidak sengaja mendownload aplikasi/mengklik website yang tersusupi malware.

Maka tiap detik pihak KPU mengganti password akan bisa dibaca oleh pembuat malware tersebut.

Ini berarti 100 persen kontrol komputer ada dikendali hacker sebagai pembuat malware tersebut.

"Sehingga saran saya agar pihak KPU lebih berhati-hati karna biasanya ancaman internal lebih berbahaya dari ancaman external," tuturnya.

Selanjutnya untuk keamanan website, KPU bisa menggunakan Firewall, Antivirus, Enkripsi/SSL dan menutup Port yang tidak digunakan. Hal ini setidaknya bisa mengurangi ancaman dari hacker.

Berikutnya KPU wajib membackup data-data secara berkala dan perlu dimonitoring secara rutin khususnya pada server KPU.

Baca: Banarkan Pengungkapan Narkoba, BNNP Kalbar Masih Hitung Barang Bukti Tangkapan di Bengkayang

indikasikan agar apabila ada ancaman, maka bisa langsung diatasi secara cepat.

"Selain itu lebih baik lagi apabila pihak KPU menggunakan jalur khusus atau private network untuk semua unit komputer KPU yang terknoneksi jaringan internet," imbau Diaz sapaan akrabnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved