3 Orang Guru Honor di Kayong Utara Minta Kejelasan Gaji Pada Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk menuntut kejelasan terhadap nasib gaji mereka.

3 Orang Guru Honor di Kayong Utara Minta Kejelasan Gaji Pada Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
3 Orang Guru Honor Dari Kayong Utara Minta Kejelasan Gaji hingga tidur di Masjid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar 

3 Orang Guru Honor di Kayong Utara Minta Kejelasan Gaji Pada Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tiga bulan tidak digaji tiga orang guru honor daerah di Kayong Utara mewakili guru honorer lainnya menghadap langsung pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk menuntut kejelasan terhadap nasib gaji mereka.

Ketiga Guru honorer tersebut adalah Hendri guru Bimbingan Konseling di SMA Negeri 2 Sukadana, Jamani Guru Pendidikan Agama Islam SMK Negeri 1 Sukadana, dan Arsidi guru Sosiologi di SMA Negeri 2 Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.

Hendri, Arsidi, dan Jamani dari Forum Guru Honorer (PGH) Kabupaten Kayong Utara mewakili 100 orang guru honorer, yang terbagi menjadi 94 orang guru SMA/MA/SMK, dan 6 guru SLB.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Untuk Wilayah Kayong Utara

Baca: RAMALAN ZODIAK Jumat 15 Maret, Kabar Baik bagi Libra, Cahaya Baru pada Hubunganmu Cancer

Baca: TK di Kecamatan Pulau Maya dan Kepulauan Karimata

Ketua PGH Hendri, sudah 10 tahun menjadi guru honor, bendahara PGH, Arsidi sudah 12 tahun mengabdi menjadi guru honor, serta sekretaris Jamani sudah menjadi tenaga honor sejak tahun 2011, dan jadi pendidik sejak 2005.

Hendri selaku ketua FGH Kabupaten Kayong Utara mengatakan bahwa tujuan utama datang ke Pontianak untuk menanyakan kejelasan gaji yang sudah tertunda selama tiga bulan dari bulan Januari sampai Maret.

"Gaji kami dari Januari sampai Maret untuk guru honor daerah belum ada kejelasan," ucap Hendri saat ditemui Tribun Pontianak di Surau Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, kamis (14/3/2019).

Keluh kesah kawan-kawan dari FGH lah yang memutuskan mereka bertiga untuk menanyakan langsung penjelasan dari pihak Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

Berbekal uang seadanya dan tekat untuk memperjuangkan hak mereka dan guru honorer di Kabupaten Kayong Utara membuat Hendri dan kedua temannya melalukan perjalan dengan menggunakan sepit boat, hingga mengungsi tidur di surau demi menunggu keputusan yang jelas dari Dispenbud Provinsi Kalbar.

"Kami datanv ke sini (Pontianaj) dengan tujuan niat yang jelas untuk menanyakan hak kami, bukan ada istilahnya kami ditunggangi ini dan itu segala macam, kami hanya menanyakan hak kami gaji kami sehingga apa yang menjadi penyebab dari keterlambatan itu sendiri," ujar Hendri.

Baca: TERPOPULER - Putri Cantik Pak Haji Isam dan Syahrini, 8 Besar Liga Champion, Viral Meme Tuman

Baca: Tragis, Gol Tunggal Bocah 16 Tahun Bawa Eintracht Frankfurt Depak Inter Milan dari Pentas Liga Eropa

Baca: Dinaungi Dewi Fortuna, Gol Penghujung Waktu Goncalo Guedes Bawa Valencia Lolos Perempat Final

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved