Berita Video

5 Unit Rumah di Desa Kunyil Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Sebanyak 5 unit rumah di Dusun Tebedak, Desa Kunyil, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau ludes dilalap sijago merah, Rabu (13/3/2019)

5 Unit Rumah di Desa Kunyil Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kapolsek Meliau Iptu A Bambang saat melakukan pengecekan ke lokasi kebakaran lima unit rumah di Dusun Tebedak, Desa Kunyil, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Rabu (13/3/2019). 

5 Unit Rumah di Desa Kunyil Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Sebanyak 5 unit rumah di RT Togap, Dusun Tebedak, Desa Kunyil, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau ludes dilalap si jago merah, Rabu (13/3/2019). Alhasil tidak ada korban jiwa dalam kerjadian tersebut.

“Adapun pemilik rumah yang terbakar diantaranya, Fransiskus Fiktorius, Rudianus Acam, Satarius Iman, Topik Rayon, dan Jeno, ”kata Kapolsek Meliau, Iptu A Bambang melalui telpon selulernya, Kamis (14/3/2019) malam.

Kerugian materil, lanjutnya, Fransiskus Fiktorius sebesar Rp 50 juta rupiah, Rudianus Acam sebesar Rp 60 juta rupiah, Satarius Iman mengalami kerugian sebesar Rp 80 juta, Topik Rayon mengalami kerugian sebesar Rp 80 juta dan Jeno sebesar Rp 50 juta.

Kronologis kejadian, kata Kapolsek, Sekira pukul 14.00 Wib Anggota Polsek Meliau mendapatkan Informasi Via telepon dari masyarakat Desa Kunyil terkait adanya peristiwa kebakaran. Kemudian dari informasi tersebut Kapolsek Meliau beserta lima orang anggota berangkat menuju tempat kejadian.

“Dan sekira pukul 16.00 Wib tiba ditempat kejadian dan kondisi rumah sudah hangus terbakar serta api sudah padam, ”tuturnya.

Baca: Bea Cukai Selidiki Dokumen Barang Impor yang Dalam 3 Truk Fuso

Baca: Muda Mahendrawan Lantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran

Baca: Harinya Cicilan Lunas, Adira Keluarkan Program Menarik Hingga Bulan November

Berdasarkan eterangan dari saksi, bahwa Sekira pukul 13.00 Wib saksi Maria Alam melihat kobaran api diatas atap dapur rumah milik Jeno kemudian ia memberitahukan kejadian tersebut kepada saksi Dolpius.

“Kemudian para saksi memberitahukan kepada warga sekitar. kemudian warga berusaha memadamkan api tersebut dengan menggunakan alat seadanya berupa ember dengan kondisi cuaca yang cukup panas dan angin kencang sehingga api cepat membesar dan menghanguskan lima unit rumah tersebut, ”jelasnya.

Saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena ditinggalkan oleh penghuninya pergi keladang. Dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Kondisi bangunan rumah terbuat dari papan dan semi permanen serta para pemilik rumah menyimpan gabah kering dan pada saat kejadian juga kondisi cuaca panas sehingga memudahkan api semakin membesar.
Dari kejadian tersebut para korban tidak menuntut pihak manapun atas terjadinya peristiwa kebakaran tersebut karena peristiwa tersebut merupakan musibah, ”pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved