Berita Video

VIDEO: Buku Diduga Black Campaign, Yuen: Mari Kita Tidak Bersouzhon Proses Hukum Saja

Andrew Yuen menepis jika ada tudingan pihaknya menyebarkan buku yang diduga black campaign kepada Prabowo Subianto

VIDEO: Buku Diduga Black Campaign, Yuen: Mari Kita Tidak Bersouzhon Proses Hukum Saja

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jubir TKD, Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Andrew Yuen menepis jika ada tudingan pihaknya menyebarkan buku yang diduga black campaign kepada Prabowo Subianto.

"Kita baru dengar ada aktivitas-aktivitas orang membagi-bagikan buku, yang judulnya apa itu saya lupa, sampulnya warna hitam, saya secara pribadi kita disini belum membaca dan belum melihat barang itu, sama seperti saya dihubungi beberapa waktu yang lalu terkait tentang tabloid yang ada di Kantor Pos, sama kita belum lihat, kita belum tahu peredarannya oleh siapa dan untuk siapa," kata Yuen, Selasa (12/03/2019).

Menurutnya, TKD tidak mengetahui hal tersebut karena memang fokus pada persiapan pelaksanaan pemilu yang semakin dekat.

"Sampai sekarang TKD memang gak punya aktivitas seperti itu, kita sama sekali gak ada, kita juga sudah overload menangani mekanisme kalender pemilu yang semakin hari semakin pendek, hari-hari dekat ini kami menyiapkan saksi, membuat pelatihan saksi sambil konsolidasi didaerah-daerah, bahkan mesin kampanye prioritaskan ke parpol pengusung," tuturnya.

Baca: VIDEO: Pengakuan Muhammad Rajab, Masuk Islam Atas Kemauan Sendiri

Baca: VIDEO: Penjelasan Anggota Polsek Pontianak Barat Tentang Tahanan Masuk Islam

Baca: Santer Isu Cristiano Ronaldo Kembali ke Madrid, Zidane Pilih Fokus 11 laga sisa di Liga Spanyol

Parpol koalisilah, kata dia, yang kemudian bergerak menggalang suara. Sedangkan TKD, lanjutnya, hanya memfasilitasi saksi dan sejenisnya.

"Terkait dengan ini (buku diduga black campaign, red), kita justru heran, muncul darimana segala macam, mari kita tidak bersouzhon, proses hukum saja, kalau bentuk-bentuk kampanye yang tidak sehat ya ditindak," tuturnya.

Lebih lanjut, dikatakan Yuen jika memang ada tudingan kepada pihaknya. Ia berharap dapat dibuktikan agar tidak menjadi fitnah.

"Kita balikan lagi bahwa hak untuk membuktikannya ada di dia, kalau kemudian dia tidak mampu membuktikannya muncuk dari kita, berarti dia menyiksa diri sendiri, tapi kalau kemudian dengan itu diseriusi, saya juga akan menseriusinya, kita akan menseriusi tudingan orang bahwa itu muncul dari kita, pembuktian tidak mampu dibuktikan maka menjadi fitnah," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved