Pileg 2019
Sab'in Ajak Umat Beragama Harus Saling Merangkul dan Mempersatukan
Jangan hanya karena pemilu yang saat ini sedang berjalan semua isu harus di keluarkan dan membawa sebuah perpecahan.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
Sab'in Ajak Umat Beragama Harus Saling Merangkul dan Mempersatukan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warung Kopi Solidaritas kembali menggelar talkshow, kali ini mengangkat tema "Muslim dan Non Muslim dalam NKRI.
Berdasarkan rilis yang dikirim pada tribunpontianak.co.id, kegiatan dilangsungkan, Sabtu (9/3/2019) lalu.
Moch. Sab'in selaku moderator menjelaskan maksud dan tujuan dari tema yang di ambil kali ini
"Tema yang saat ini di ambil memang cukup menarik untuk kita ulas dan kita diskusikan, Melihat bias dari proses politik yang saat ini sedang berlangsung sampai pada akhirnya keluarlah isu mengenai "kata kafir", Melihat dari teks tersebut patut kita pahami dulu secara kontekstual apa isi yang sebenarnya berada dalam tema tersebut," ucap Moch Sab'in.
Sebagai warga negara yang baik, yang telah di anugrahkan Indonesia yang kaya aian segalanya ini oleh Tuhan kemudian disampaikannya pula leluhur telah memperjuangkan negeri ini agar bisa di wariskan saat ini.
Baca: Pagi ini, Kayong Utara dan Ketapang Berawan
Baca: Pangdam Achmad Supriyadi Ingatkan Prajurit dan ASN Netralitas di Pemilu 2019
Sebagai warga negara dan sebagai ummat beragama tentu harus saling merangkul dan saling mempersatukan sehingga rasa persatuan tersebut bisa benar-benar tercipta di tanah air ini.
Baihaqi selaku pemateri dari NU menyampaikan bahwa kata kafir ini sebenarnya nya luas. Kafir bukan berarti orang yang beda agama tetapi orang yang memiliki dan melakukan kemunafikan dalam berperilaku.
"Contohnya dalam kehidupan sehari-hari ketika kita melakukan tindakan-tindakan menyimpang dari agama yang kita pelajari dan kita yakini. Kurang elok juga kita dikit-dikit mengkafirkan orang-orang yang hanya memiliki perbedaan agama atau pendapat," sebutnya.
Jangan hanya karena pemilu yang saat ini sedang berjalan semua isu harus di keluarkan dan membawa sebuah perpecahan.
"Tentu di dalam diri kita sendiri tidak menginginkan sebuah perselisihan yang berlarut-larut dan pendendam sehingga kita menciptakan perpecahan," tegasnya.
Jangan gampang terpengaruh terhadap isu-isu yang hadir di sekitar, ia mengajak harus mencoba untuk menahan nafsu dan amarah agar hal-hal ini seperti ini tidak muncul.