Advetorial

Tetap Tegar Jalani Pengobatan Suami Karena Dilindungi Program JKN-KIS

Saat ditemui oleh tim JKN-KIS, Jumat (08/02) tampak Alsunah setia menemani dan merawat suaminya yang masih terbaring lemas di ruang perawatan

Tetap Tegar Jalani Pengobatan Suami Karena Dilindungi Program JKN-KIS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Alsunah (38), sudah empat hari suaminya Sunarto (42) terbaring di rumah sakit karena menderita infeksi liver dan lambung. 

Tetap Tegar Jalani Pengobatan Suami Karena Dilindungi Program JKN-KIS

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Sakit memang dapat menimpa siapapun dan tak dapat kita perkirakan kapan akan menghampiri, begitu juga yang dialami keluarga Ibu Alsunah (38), sudah empat hari suaminya Sunarto (42) terbaring di rumah sakit karena menderita infeksi liver dan lambung.

Sunarto yang merupakan tulang punggung keluarga ini bekerja sebagai penjaga malam, aktivitasnya yang tidak normal seperti kebayakan orang menyebabkan ia berisiko lebih besar terkena penyakit. Sering berada diluar rumah ditambah lagi waktu istirahat yang kurang menurut sang isteri menyebabkan suaminya mengalami sakit.

Saat ditemui oleh tim JKN-KIS, Jumat (08/02) tampak Alsunah setia menemani dan merawat suaminya yang masih terbaring lemas di ruang perawatan rumah sakit. Ketika ditanya pengalamannya ketika menggunakan fasilitas kesehatan dengan kartu JKN-KIS. Alsunah tampak menggebu menceritakannya.

Baca: PLN Beri Diskon Tambah Daya Hingga 100 Persen, Promo Berlaku Hingga 30 April 2019

Baca: Tilep Dana Haji Plus Hingga Rp 596 Juta, Seorang Ibu Rumah Tangga Diamankan Polres Ketapang

Baca: Chef Juna Ngamuk di Media Sosial, Sumpahi Orang Ini Ketabrak Mobil Hingga Tersambar Petir

“Ini sudah ke empat kalinya suami saya dirawat di rumah sakit, waktu bapak dirawat untuk pertama dan kedua kali saya menggunakan pengobatan umum, dikarenakan kami belum memiliki kartu JKN-KIS. Namun untuk ketiga dan sekarang saya sudah menggunakan Kartu JKN-KIS,” tutur Alsunah.

Menurut Alsunah sama sekali tidak ada perbedaan pelayanan dan pengobatan selama ia menjadi pasien umum atau menjadi pasien dengan menggunakan kartu JKN-KIS. Malah dirinya merasa lebih nyaman saat ini, karena pelayanan di rumah sakit sangat baik, rumah sakit bersih, serta yang paling penting dirinya tidak terbebani dengan biaya. Alsunah dan keluarganya adalah peserta kelas II yang terdaftar sejak tahun 2018 silam.

“Dulu saya sering mendengar orang mengatakan jika berobat menggunakan Kartu JKN-KIS ga enak, antri dan dibedakan dengan pasien umum. Semua itu tidak benar, mungkin kalau masalah antrian panjang masih terjadi, tentunya harus dimaklumi mengingat jumlah pesertanya banyak, namun kalau dibeda-bedakan menurut saya sama sekali tidak benar karena saya mengalaminya sendiri,” jelas Alsunah.

Alsunah sangat berterima kasih karena semua biaya pengobatan dan perawatan suaminya ditanggung oleh Program JKN-KIS tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Kartu JKN-KIS kini menjadi penyemangat saya untuk terus bejuang agar bapak dapat sembuh total, saya menjadi tegar dan kuat karena JKN-KIS. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk program yang sangat luar biasa ini. Mohon doanya untuk kesembuhan suami saya. Saya berdoa dan berharap program JKN-KIS selalu dapat menjadi pelindung bagi masyarakat Indonesia,” tutup Alsunah.

Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved