Warga Minta Bawaslu Telusuri Isu Pembagian Alat Perontok Padi

Alat yang dibagikan itu ada yang bertuliskan nama Caleg ada juga tidak. Motifnya tidak tahu makanya kami bertanya

Warga Minta Bawaslu Telusuri Isu Pembagian Alat Perontok Padi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Alata perontok padi yang diduga dibagikan oleh satu diantara Caleg dari Dapil 1 Ketapang, kepada sejumlah warga di wilayah Kecamatan Matan Hilir Utara. 

Warga Minta Bawaslu Telusuri Isu Pembagian Alat Perontok Padi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Warga Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU) dihebohkan dengan isu pembagian alat perontok padi yang diduga dilakukan oleh satu diantara Calon Anggota Legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Ketapang kepada sejumlah warga di wilayah Kecamatan MHU. 

Pembagian alat perontok padi tersebut heboh di media sosial facebook, lantaran alat perontok padi yang diterima masyarakat bertuliskan nama satu diantara partai politik beserta nama seorang caleg.

Satu diantara warga Desa Kuala Tolak, Kecamatan MHU, SI mengaku kalau hal tersebut menjadi heboh di masyarakat sekitar, ia pun bertanya jika memang benar adanya pembagian alat-alat, apakah itu diperbolehkan.

Baca: FOTO: Sutarmidji Lantik Tiga Kepala Dinas di Lingkungan Pemprov Kalbar

Baca: Kodam XII Tanjungpura Turunkan Seluruh Prajurit Kawal Pemilu 2019

"Hal ini sudah heboh di facebook karena ada seorang warga yang memposting gambar alat perontok padi di facebook dan itupun menjadi isu ditengah masyarakat," katanya, Senin (11/3).

Ia pun melanjutkan, bahwa dirinya tidak mengetahui pasti berapa jumlah mesin perontok padi yang dibagikan. Hanya saja yang menjadi pertanyaannya warga tersebut, apakah boleh di momen politik saat ini ada pembagian sesuatu yang bertuliskan nama caleg tertentu.

"Alat yang dibagikan itu ada yang bertuliskan nama Caleg ada juga tidak. Motifnya tidak tahu makanya kami bertanya," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap agar pihak terkait dalam hal ini Bawaslu dapat menindaklanjuti isu ini supaya mendapatkan kejelasan apakah ini merupakan pelanggaran atau bukan.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved