Pilpres 2019

Komitmen Golkar Menangkan Jokowi, Pengamat : Harus Bisa Intervensi Kader

Partai harus kuat untuk dapat mengintervensi kader maupun anggota agar solid

Komitmen Golkar Menangkan Jokowi, Pengamat : Harus Bisa Intervensi Kader
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Pengamat Politik Untan Yulius Yohanes 

Komitmen Golkar Menangkan Jokowi, Pengamat : Harus Bisa Intervensi Kader

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan Yulius Yohanes  memaparkan, Partai Golkarkan notabennya partai lama yang memiliki kader cukup kompeten, namun disisi lain memang untuk mendukung capres-cawapres mestinya juga tidak setengah hati karena contohnya seperti ditemui APK kader atau caleg yang enggan melampirkan capres-cawapres diusung.

Partai harus kuat untuk dapat mengintervensi kader maupun anggota agar solid. Artinya inilah bentuk tanggung jawab yang seharusnya bisa dijual partai Golkar selain daripada juga bisa agar memenuhi PT 4 persen.

Selain itu, juga perlu adanya sanksi tegas oleh Golkar untuk dapat mengarahkan anggotanya agar bisa allout di Pemilu 2019 baik pilpres maupun pileg.

"Artinya dalam perjalanan sebelum tergambar jelas siapa menang siapa kalah, bisa diawasi siapa yang memberikan dukungan all out atau tidak," jelas Yulius Yohanes.

Dalam mendukung kebijakan partai anggota partai politik harus mempunyai komitmen dan tanggung jawab sebagai bentuk dalam membangun solidaritas partai yang berujung citra politik yang baik untuk masa depan partai.  

"Oleh karena itu sanksi yang tegas oleh partai politik menjadi kata kunci untuk menyadarkan anggota partai jangan bermain dengan dua kaki," jelasnya lagi.

Baca: Gelar Dialog Generasi Millenial Anti Hoax, Ini Materi Yang Dibahas

Baca: Kadisdikbud Kecam Perbuatan Oknum Kepala SDN Cabuli Anak Muridnya

Jika ditemukan kader yang tidak memenuhi tanggung jawabnya sesuai arahan DPP maupun DPD mestinya diberikan sanksi, sehingga efek elektoral Golkar juga secara tidak langsung akan naik, karena sanksi yang tegas.

Namun, jika dengan posisi yang cari aman, Golkar tetap harus mempertanggung jawabkan nilai moral yang juga harus dipertanggung jawabkan di publik, karena jika tidak, maka dengan sendirinya juga tidak dipercaya masyarakat.

"Optimalisasi pengawasan secara internal oleh partai Golkar secara intensif dan berjenjang sangat penting untuk menghindari pelanggaran yang dilakukan oleh anggota partai Golkar supaya dukungan juga bisa optimal di capai di Kalbar," jelasnya lagi. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved