Edi Kamtono Pastikan Pembebasan Lahan Pembangunan Duplikasi Kapuas I
Pemerintah Kota Siap membebaskan lahannya, saya pastikan menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahannya pembangunan
Penulis: Syahroni | Editor: Tri Pandito Wibowo
Edi Kamtono Pastikan Pembebasan Lahan Pembangunan Duplikasi Kapuas I
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak siap membebaskan lahan untuk pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I. Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bahwa pihaknya siap melaksanakan komitmen tentang pembebasan lahan.
Pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I merupakan bagian dari konsep penataan kota baru, yang menjadi satu kesatuan dengan pembangunan Duplikasi Jembatan Landak atau Jembatan Landak II yang saat imi hampir rampung.
"Pemerintah Kota Siap membebaskan lahannya, saya pastikan menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahannya pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I ini," ucap Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai, Minggu (10/3/2019).
Baca: RAMALAN ZODIAK Minggu (10/3), Bintang Keberuntungan Akan Tersenyum Cancer, Manjakan Dirimu Scorpio!
Baca: TERPOPULER - Klasemen Piala Presiden, Moto2 Qatar 2019, Hingga Jadwal Drawing Liga Champion
Baca: YNCI Pontianak Berbagi Santuni Panti Asuhan Al Haq
Penganggaran bisa saja dilakuan di APBD Perubahan atau APBD 2020 mendatang. Pada dasarnya, Pemkot siap melakukan pembebasan.
Edi, mengaku telah berpengalaman dalam pembebasan lahan, karena sebelumnya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Duplikasi Jembatan Landak.
"Kita suda ada pengalaman pembebasan lahan di Duplikasi Jembatan Landak, dan itu terbilang sukses dan bisa kita lakukan walaupun ada hambatan sedikit tapi itu hal biasa," tegasnya.
Ia yakin, pembebasan lahan untuk pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I juga akan berjalan sukses.
Setiap pembangunan di Negada Indonesia menurutnya, apabila untuk kepentingan umum, tdak boleh ada hambatan termasuk pembebasan lahnnya, selama bangunan itu digunakan untuk kepentingan umum.
"Jadi kalau saya punya tanah, sayapun harus melepaskannya. Bagaimana cara melepaskannya tergantung apakah itu hak milik yang harus diganti rugi maka kita akan gantu rugi. Kalau masyarakat mau mengibahkan Alhamdulillah," ucap Edi Kamtono.
Mengenai dukungan dan dorongan dari Guberbur Kalbar, Sutarmidji, ia mengucapkan terimakasih. Karena pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I ini bukanlah hanya demi kepentingan masyarakat Pontianak, melain untuk kepentingan Kalbar secara umumnya.
"Memang kalau sudah dibebaskan lahannya, pemerintah pusat siap membangunnya dan kita bersyukur kalau gubenur juga mau mendorong ini agar segera terealisasi," ucap Edi Kamtono.
Sebagai kota sungai, disampaikannya hal yang paling berat dalam membangun akses transportasi memang paling berat adalah membuat jembatan. Pertama persyaratannya dan kedua mahalnya biaya membuat jembatan itu.
"Kota ini bisa stagnan lalulintas kalau transportasinya tidak terkoneksi antara satu dengan yang lainn," jelas Edi.
Bahkan menurut Edi Kamtono, Pontianak masih memerlukan jembatan lainnya lagi. Ia masih bertekad membangun jembatan di pelabuhan fery saat ini yang menghubungkan Bardanadi dengan Siantan.
Saat ini tengah dikaji mengenai pembangunan tersebut, ia yakin dapat terealisasi dan alan berkolaborasi juga dengan pemerintah pusat.
Melihat biaya yang dikeluarkan membangun Duplikasi Jembatan Landak Rp73 miliar dan diliar kerangka baja, Edi yakin pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I dan Jembatan Bardan-Siantan dapat terealisasi.