Kembangkan Pesawat Tempur KF-X, Pemerintah Indonesia Kembali Negosiasi dengan Korsel
Pengembangan pesawat KF-X dimulai oleh Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan pada 9 Maret 2009.
Kembangkan Pesawat Tempur KF-X, Pemerintah Indonesia Kembali Negosiasi dengan Korsel
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah Indonesia bernegosiasi kembali dengan Korea Selatan mengenai pengembangan program pesawat tempur generasi 4.5, Korean/Indonesia Fighter Xperiment alias KF-X/ IF-X.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, terdapat beberapa hal yang dinegosiasi ulang, antara lain pertama, apakah Indonesia bisa menjual kembali pesawat itu ke negara lain atau tidak.
Kedua, Indonesia ingin mengevaluasi besaran pembayaran iuran pengembangan pesawat itu setiap tahunnya. Ketiga, Indonesia ingin persentase pengembangan bagian-bagian pesawat dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia lebih besar dari sebelumnya.
Baca: LIVE STREAMING Puteri Indonesia 2019 Sedang LIVE, Tonton Via Link Live Streaming Ini
Baca: Puteri Indonesia 2019 Sedang Berlangsung, Tonton Aksi 39 Kontestan Melalui Link Live Streaming SCTV
"Memang ada persyaratan-persyaratannya, di antaranya dari sisi persentase (pengembangan pesawat), yang kedua dari sisi marketing kita boleh jual enggak pasca-produksi? Dan ketiga ini dari sisi negosiasi ulang untuk besaran anggarannya," ujar Moeldoko saat berbincang dengan wartawan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (8/3/2019).
Demi negosiasi itu, saat ini Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto tengah berada di Seoul, Korea Selatan. Moeldoko berharap Wiranto pulang ke Tanah Air membawa kabar baik soal negosiasi.
Ia yakin ada poin negosiasi yang berhasil. Ia optimistis, salah satu poin negosiasi yang berhasil itu adalah soal besaran pembayaran iuran pengembangan program dan soal boleh tidaknya Indonesia menjual produk tersebut ke negara lain.
Baca: KLASEMEN Piala Presiden 2019 Usai Penyisihan Grup D, Brace Rakic Jegal Langkah Persija
Baca: Didenda Lantaran Selebrasi Kontroversial saat Laga Atletico Vs Juventus, Diego Simone Minta Maaf
"Iya, pasti akan ada formula baru. Kesepakatan untuk pasca-produksinya bagaimana. Jadi kita tunggu saja hasilnya," ujar Moeldoko.
Pengembangan pesawat KF-X dimulai oleh Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan pada 9 Maret 2009.
Total pembiayaan proyek sampai 2026 ini direncanakan sekitar 8 miliar dollar Amerika Serikat dan dibagi antara Korsel (80 persen) dan Indonesia (20 persen).
Baca: Alasan Pemilik Arjuna Tailor Beri Diskon Harga Baju Batik Pesanan Jokowi
Baca: BAN-S/M Kalbar Gencarkan Akreditasi Sekolah Tahun 2019, Ini Penjelasan Momon Salmon
Indonesia dikabarkan sudah membayar 132 miliar won (118 juta dollar AS) kepada Korea Selatan sebagai iuran 2016 untuk pengembangan program pesawat tempur KF-X.
Meskipun iuran 2017 dan 2018 belum disetorkan, Korsel menganggap pembayaran itu cukup untuk mengikis kekhawatiran bahwa Indonesia akan keluar dari proyek strategis ini.
Korsel pun kukuh meneruskan program KF-X dan berharap Indonesia akan berpartisipasi secara aktif di seluruh tahap pengembangannya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul RI Negosiasikan Lagi Pengembangan Pesawat Tempur KF-X