Ngeri, Salah Pilih Krim Muncul Flek Hitam di Wajah

Kesalahan dalam penanganan kulit atau penggunaan krim yang keras dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan telangiektasia.

Ngeri, Salah Pilih Krim Muncul Flek Hitam di Wajah
NET
Flek hitam pada wajah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Mia Monica

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini, kaum milenial ingin selalu instan, termasuk dalam masalah perawatan kulit. Padahal, jika salah dalam penanganannya, masalah besar akan muncul di wajah.

Owner Ozthetique Pontianak dr Dhea Larasasti (31) mewanti-wanti kaum milenial agar tak salah dalam merawat kulit. “Jika terjadi kesalahan dalam penanganan kulit atau penggunaan krim yang keras dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan telangiektasia, ciri-cirinya muncul seperti garis-garis kecil seperti cacing-cacing halus berwarna merah ataupun ungu di daerah kulit wajah bahkan bisa muncul flek dan melasma,” ungkap dr Dhea Larasasti kepada Tribun, Kamis (07/03/2019).

Dilansir Tribun dari www.alodokter.com telangiektasia Adalah vasodilatasi pembuluh darah yang berasal dari beberapa kapiler, di mana gangguan ini kerap kali ditemui pada orang dengan kulit yang sensitif. Selain dari kulit yang sensitif, kondisi telangiektasia dapat juga disebabkan seringnya memakai krim kulit yang mengandung steroid berlebihan.

Dhea menyatakan, banyak kasus yang ia temukan di mana kaum remaja asal-asalan dalam membeli krim wajah. Jika cepat merasa putih, kinclong, lembut dan terjadi pengelupasan, kaum remaja merasa senang. Padahal setelah dihentikan pemakaiannya, kulit menghitam bahkan jerawat bertambah parah.

“Sebenarnya untuk kulit itu kita harus perawatan rutin. Ibarat rambut aja, harus dikeramas dua hari sekali. Untuk orang yang care dengan kulitnya, pasti membersihkan wajah minimal 2x sehari. Jangan lupa penggunaan sunblock,” papar dr Dhea.

Perawatan, lanjutnya, harus dilakukan setiap 28 hari. “Bisa tiga minggu atau sebulan sekali. Memang bisa menggunakan cream dan lain-lain, tapi tetap yang namanya komedo atau jerawat tidak bisa terangkat hanya dengan memakai cream, harus ada tindakan,” ujar dokter cantik lulusan Universitas Yarsi Jakarta ini. (*)

Editor: Iin Sholihin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved