Badan Geologi Serahkan Sumur Bor Air Bersih Pada Warga Singkawang

Bertempat di Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah – Kota Singkawang, Jumat 1 Maret 2019

Badan Geologi Serahkan Sumur Bor Air Bersih Pada Warga Singkawang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI melalui Badan Geologi selaku penyedia pelayanan sumber daya geologi serta memiliki fungsi konservasi energi menyelenggarakan penyerahan Sumur Bor Air Bersih di Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. 

Badan Geologi Serahkan Sumur Bor Air Bersih Pada Warga Singkawang

Citizen Reporter
Staf
Andri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Bertempat di Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah – Kota Singkawang, Jumat 1 Maret 2019, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI melalui Badan Geologi selaku penyedia pelayanan sumber daya geologi serta memiliki fungsi konservasi energi menyelenggarakan penyerahan sumur bor untuk masyarakat Kalimantan Barat.

Acara tersebut turut mengundang Anggota Komisi VII DPR-RI Dapil Kalimantan Barat, Ibu Katherine Angela Oendoen, Walikota Singkawang, Ibu Tjhai Chui Mie, Kepala Balai Konservasi Air Tanah, Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat, Bupati Bengkayang, Bupati Kayong Utara, Bupati Ketapang, Bupati Mempawah, Bupati Sambas, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, dan Masyarakat Kelurahan Sekip Lama.
Acara serah terima bantuan pemerintah tersebut dibuka oleh Inspektur Jenderal bapak Prof. Dr. Akhmad Syakhroza,S.E.,MAFIS yang dilangsungkan di salah satu lokasi sumur bor air tanah di Kalimantan Barat.

Baca: Agenda Wabup Kapuas Hulu Hari ini

Baca: Menristekdikti Targetkan 7000 Jurnal Terakreditasi Dalam 2 Tahun, Untan Siap Berkontribusi

Baca: Jelang Pemilu, Polsek Belitang Gandeng Perangkat Desa Dalam Upaya Harkamtibmas

Penyerahan Infrastruktur ESDM berupa Sumur Bor Air Tanah tahun 2018 di Kota Singkawang merupakan salah satu tugas dan fungsi Badan Geologi, Kementerian ESDM di bidang air tanah yaitu melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dalam penyediaan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di daerah sulit air di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutan berikutnya, Katherine Angela Oendoen menyampaikan pesan kepada masyarakat yang menerima bantuan sumur bor tersebut untuk memanfaatkan secara maksimal dan memelihara fasilitasnya.

Hal ini karena air bersih merupakan kebutuhan vital yang berdampak pada kesehatan dan keadaan kehidupan yang lebih baik.

Disampaikannya pula bahwa dirinya terus berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM khususnya dalam menyikapi laporan dari masyarakat yang ada kendala dalam fungsi sumur bor yang terinstalasi agar segera ditangani perbaikan sehingga asset sumur bor tersebut tidak mangkrak karena nantinya jika demikian akan mubadzir sehubungan nilai asset sumur bor ini sangat mahal.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Badan Geologi memaparkan bahwa Kota Singkawang di tahun 2018 terdapat 1 lokasi sumur bor, memiliki spesifikasi teknis kedalaman 100 hingga 125 m, dengan debit rata-rata 1,8 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 12 kVA=8 kWatt, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter.

Baca: Kabar Duka Datang Dari Artis Mikha Tambayong, Batal Manggung di Java Jazz Festival 2019

Baca: Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan Hadiri Panen Raya Gapoktan Pilar Makmur di Mempawah

Baca: Ribuan Masyarakat Antusias Ramaikan Jalan Sehat MRSF Polres Sintang

Dengan debit air rata-rata 2 liter/detik, setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 3,6 ribu jiwa. Pada tahun 2018 Kementerian ESDM menganggarkan sebanyak 506 unit sumur bor yang tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Kalimantan Barat diantaranya adalah 2 unit sumur bor di Kabupaten Bengkayang, 1 unit di Kabupaten Kayong Utara, 1 unit di Kabupaten Ketapang, 4 unit di Kabupaten Sambas, 1 unit di Kabupaten Mempawah dan 1 unit di Kota Singkawang dengan anggaran pembangunan sekitar 4 Milliar rupiah.

Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam sampai dengan akhir tahun 2018, Badan Geologi, Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2.288 unit sumur bor tersebar di seluruh indonesia, dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa. Sumur bor tersebut tersebar di 33 provinsi dan 312 kabupaten/kota.

Seiring dengan keberhasilan program ini dalam mengentaskan permasalahan air bersih di daerah sulit air, Kementerian ESDM berupaya terus menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak.

Dimana jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia, baik karena langkahnya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved