Citizen Reporter

PWNU Kalbar dapat Kunjungan dari Angkatan Belia Islam Malaysia, ini Yang Dibicarakan

Oleh karena itulah Melalui gagasan Islam Nusantara, upaya memelihara dan menjaga tradisi tersebut oleh NU tetap terus dijaga

PWNU Kalbar dapat Kunjungan dari Angkatan Belia Islam Malaysia, ini Yang Dibicarakan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama, Ketua PWNU Kalbar, Hildi Hamid bersama perwakilan ABIM. 

Citizen Reporer
Pengurus LTN PWNU Kalbar, Ahmad Fauzi Muliji

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengetua Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) sebuah organisasi kepemudaan Islam di Malaysia melakukan kunjungan silaturrahim ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalbar, Sabtu, (2/3/2019) pagi.

Pertemuan dilaksanakan di Sekretariat PWNU Kalbar Jalan Veteran Pontianak.

Pengetua ABIM wilayah Sarawak, Muhammad Fazril Bin Muhammad Saleh, Ketua Tanfidziah PWNU Kalbar, H,Hildi Hamid, Ketua ISNU Kalbar Dr. Yusriadi, MA. serta ketua LTN PWNU Kalbar, Dr.Ibrahim, MA. serta beberapa pengurus ISNU lainnya.

Hildi Hamid, dalam sambutannya menyambut baik kunjungan silaturrahim yang dilakukan oleh ABIM. Ia juga memaparkan mengenai perkembangan NU di Indonesia khususnya di Kalbar yang merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia.

Banyak orang Islam khususnya di Kalbar ini yang secara tradisi dan amaliah itu dekat dengan NU yang sudah dilaksanakan secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu.

Tetapi mereka tidak menyadari bahwa amaliah-amaliah tersebut bagian daripada tradisi orang-orang NU.

Baca: VIDEO: Ribuan Warga Mempawah Antusias Ikuti MRSF di Halaman Kantor Bupati Mempawah

Baca: 60 Ribu Warga Ikuti Millenial Road Safety Festival di Taman Alun-alun Kapuas Pontianak

"Oleh karena itulah Melalui gagasan Islam Nusantara, upaya memelihara dan menjaga tradisi tersebut oleh NU tetap terus dijaga," ujar mantan Bupati Kayong Utara dua periode ini.

Muhammad Fazril Bin Muhammad Saleh mengaku gembira dapat diterima bersilaturrahim bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat ini. Ia menyatakan bahwa apa yang diperjuangkan oleh NU hampir mirip dengan apa yang diperjuangkan umat Islam di Malaysia.

"Secara amaliah, antara Islam yang ada di Indonesia dan yang dipraktekkan oleh NU sama dengan di Malaysia yakni menganut faham Ahlussunnah Waljama'ah yang dalam bidang aqidah menganut mazhab Asy'ary dan Maturidi serta dalam bidang fiqih menganut mazhab Syafi'iy. Namun demikian, dalam bidang fikih, tetap ada keluwesan dalam praktiknya sehari-hari. Karena fiqih tentunya memiliki fleksibilitas yang memungkin berunbah," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved