Ketua DPP REI Kalbar Target Anggota Go Publik di Tahun 2019

"Sampai saat ini beberapa perusahaan yang tergabung dalam REI itu sendiri sudah ada yang cukup potensial

Ketua DPP REI Kalbar Target Anggota Go Publik di Tahun 2019
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maudy Asri Gita Utami
Ketua Dewan Pengurus (DPD) REI Kalbar, Isnaini 

Ketua DPP REI Kalbar Target Anggota Go Publik di Tahun 2019

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Ketua Dewan Pengurus (DPD) REI Kalbar, Isnaini menjelaskan dirinya mewakili anggota REI lainnya sangat menyambut baik terkait dengan diselenggarakan workshop Go Publik oleh PT Bursa Efek Indonesia kantor perwakilan Kalimantan Barat.

Real Estate Indonesia (REI) menghadirkan setidaknya 50 anggota dalam kegiatan tersebut, dan ia pun sangat berharap setelah mendapat pemahaman ini, dari REI sendiri bisa mengantarkan anggotanya untuk go publik.

"Sampai saat ini beberapa perusahaan yang tergabung dalam REI itu sendiri sudah ada yang cukup potensial. Namun untuk sementara ini, dikatakan dia akan mencari tahu terlebih dahulu bagaimana persyaratan bagi perusahaan yang bisa go publik," ujar Isnaini.

Baca: TERPOPULER - Aksi Heroik Febrian Alia, Longsor di Melawi, Hingga Prediksi Wajah Bayi Syahrini-Reino

Baca: 3 AAUI Raih Penghargaan AAUI Berprestasi se-Indonesia, AAUI Cabang Pontianak Satu Diantaranya

Baca: Berbaur Dengan Warga, Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa di Sanggau Bantu Anak Belajar

Perlu diketahui, lanjutnya, di tahun 2019 setidaknya sudah 80 perusahaan yang telah melakukan registrasi ulang ke REI. Namun proses registrasi ulang ini akan terus berlangsung sampai ditutupnya pendaftaran ulang. Jumlah ini merupakan setengah dari jumlah perusahaan yang tergabung di tahun 2018 lalu, yakni sebanyak 180 perusahaan. Karena perlu lagi pendaftaran ke REI.

Berkaitan dengan go publik tersebut, Isnaini menjelaskan andai saja di tahun ini perusahaan-perusahaan yang tergabung belum bisa memenuhi syarat untuk Go Public, namun tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan syarat itu mampu dipenuhi.

Hal itu menjadi ambisinya, sebab ketika suatu perusahaan mampu go publik akan banyak kemudahan-kemudahan yang didapati. Misalnya saja terkait penyertaan modal dari PT. Bursa Efek Indonesia yang kemudian bisa digunakan untuk pengembangan usaha atau bisnis.

Penulis: M Arief Pramono
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved