Smart Women

Fetty Jadikan Bully Sebagai Motivasi

Pas kite dibully tu pasti ada kita berpikir gimana cara aku biar disukai sama orang, biar ndak dibuli agik same orang,

Fetty Jadikan Bully Sebagai Motivasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anesh Viduka
Syarifah Fatimah, Duta Istana kadriah Pontianak 2019. 

Fetty Jadikan Bully Sebagai Motivasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Menjadi Duta Istana Kadriah 2019, Syarifah Fatimah (15), menjadikan bully sebagai motivasi untuk maju dan meraih prestasi.

Gadis yang akrab disapa Fetty ini memang sejak lama punya ketertarikan di dunia modeling, namun ia sering mendapat bully dari teman-temannya.

“Fetty tu dulu sering dikate-katekan gemuk, hitam, pokoknya banyak lah,” kata gadis yang punya perawakan tinggi, dan wajah hitam manis itu.

Namun semua omongan miring itu, justru membuatnya menjadi tegar dan perlahan-lahan mulai menapaki mimpinya diusia yang masih sangat muda.

Meski begitu, Fetty mengaku pada awalnya rasa sakit hati ketika dibully itu pasti ada.

“Pas kite dibully tu pasti ada kita berpikir gimana cara aku biar disukai sama orang, biar ndak dibuli agik same orang, itu pasti ada,” ungkapnya.

Baca: TERPOPULER - Aksi Heroik Febrian Alia, Longsor di Melawi, Hingga Prediksi Wajah Bayi Syahrini-Reino

Baca: 130 Ribuan Kendaraan di Kalbar Tak Dibayarkan Pajaknya, Kas Daerah Berpotensi Rugi Rp 142 Miliar

Baca: Beredar Video Lama Setahun Lalu, Reino Barack Ungkapkan Hal Yang Tak Disukainya Dari Luna Maya

Tetapi kembali lagi, ia berfikir, meski melakukan apapun jika memang seseorang itu sudah sifatnya suka bully orang, atau memang tidak suka kepada kita, mau mau bagaimanapun kita perbaiki diri akan tetap dibully.

Apalagi netizen sekarang, menurut Fetty lebih banyak yang tidak suka melihat seseorang sukses.

“Anggap jak kalau dia tu suatu kunci buat keberhasilan kita, ndak usah pernah dengar omongan dia, karena dia ndak tahu jadi kita, dia ndak pernah merasakan gimana jadi kita,” kata Fetty dengan nada tegar.

Ibaratnya bunga, saat mekar selalu butuh proses begitu juga manusia.

“Ketika kita udah jadi orang yang sukses, kite beli omongan-omongan dia yang udah ngate-ngatekan kite, dan bakal disitu ada penyesalan dari dia kalo dia tu udah gini kan kita,” ucapnya.

Namun, ketika nanti kedepannya sudah jadi semakin baik, tetap melihat ke belakang, tujukkan bahwa inilah diri kita yang sekarang.

Penulis: Bella
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved