4 Perusahan Kalbar Berpotensi Masuk ke Pasar Modal Indonesia

Langkah awal ini dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada perusahaan yang potensial, untuk mendapatkan informasi secara lengkap

4 Perusahan Kalbar Berpotensi Masuk ke Pasar Modal Indonesia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maudy Asri Gita Utami
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Kalbar, Taufan Febiola. 

4 Perusahan Kalbar Berpotensi Masuk ke Pasar Modal Indonesia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- PT. Bursa Efek Indonesia dalam rangka mendukung dan mendorong perusahaan-perusahaan yang ada di Kalbar dengan lebih maju dan berkembang melalui pendanaan di pasar modal melakukan Go Public sebagai Pasar Modal Sebagai Sumber Pendanaan Bagi Perusahaan di Kalbar, Sabtu (2/3/2019).

"Langkah awal ini dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada perusahaan yang potensial, untuk mendapatkan informasi secara lengkap terkait alternatif pendanaan melalui pasar modal Indonesia," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Kalbar, Taufan Febiola.

Dilanjutkannya, di tahun 2018 lalu PT Bursa Efek Indonesia perwakilan Kalbar sempat memfasilitasi satu perusahaan yang berhasil go publik ke pasar modal Indonesia, yakni PT. Steadfast Marine, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan.

Baca: TERPOPULER - Aksi Heroik Febrian Alia, Longsor di Melawi, Hingga Prediksi Wajah Bayi Syahrini-Reino

Baca: Antisipasi Kejahatan pada Dini Hari, Polsek Pontianak Timur Lakukan Kegiatan Blue Light Patrol

Baca: Berikut Prakiraan Cuaca Sepuluh Hari Pertama Bulan Maret

Dan di tahun 2019 ini setidaknya terdapat empat perusahaan lagi yang berpotensi masuk ke pasar modal Indonesia, di antaranya adalah PT Danau Selaras, PT Aming Coffe Indonesia, PT Xinjuan dan yang terakhir adalah Fahri Properti.

"Kita harapkan berikutnya akan semakin banyak perusahaan dari Kalimantan Barat yang memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan sehingga bisa mempercepat pertumbuhan bisnisnya," ujar Taufan.

Terkait dengan biaya untuk pencatatan yang ada di papan akselerasi, dikatakan Taufan hanya senilai Rp25 juta. Nominal ini dirasa sangat memudahkan bagi perusahaan-perusahaan potensial untuk go publik ke pasar modal.

Ditambah lagi dengan adanya shift yang semakin mudah, hal tersebut tidak lepas dari penetapan dari pihak OJK yang menjelaskan bahwa untuk pendaftaran harus melalui online, sehingga akan mempermudah proses registrasi perusahaan dengan waktu yang terbilang cepat.

"Butuh waktu dua bulan, sekarang tiga minggu sudah terlaksana," ujarnya.

Dengan besarnya potensi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada saat ini di wilayah Kalbar, Taufan tak menafikan perusahaan-perusahan ini bisa masuk ke pasar modal.

Apalagi memandang perkembangan harga produk perkebunan di pasar internasional saat ini mulai mengalami kenaikan. "Hanya menunggu momentum yang pas untuk ekspansi sawit, saat itulah mereka (perusahaan) mempertimbangkan alternatif menggunakan pasar modal Indonesia," tuturnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved