PT Wajok Indo Lestari Kirim 10 Ribu Ekor Ikan Arwana Pertahun

Pemesanan ikan hias ini tetap stabil, tidak ada momen-momen tertentu yang mengalami peningkatan permintaan

PT Wajok Indo Lestari Kirim 10 Ribu Ekor Ikan Arwana Pertahun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maudy Asri Gita Utami
Perwakilan Manager PT Wajok Indo Lestari, Yestika, 

PT Wajok Indo Lestari Kirim 10 Ribu Ekor Ikan Arwana Pertahun

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Perwakilan Manager PT Wajok Indo Lestari, Yestika, yang mengikuti sosialisasi ekspor ikan mengatakan sebagai pengusaha ikan hias arwana yang berlokasi di Kalbar, untuk bisa melakukan ekspor ke luar negeri, sudah tentu harus melengkapi beberapa dokumen penting.

"Untuk melakukan pengiriman ikan hias setidaknya ekportir mesti menyiapkan dokumen Pemeriksaan Ekpor Barang (PEB), dokumen Karantina dan dokumen pendukung lainnya," ujarnya, Kamis (28/2/2029).

Baca: Bintang Film Dewasa Mia Khalifa Alami Kecelakaan, Implan Payudaranya Pecah, Dadanya Penuh Darah

Baca: Temuan Mayat di Jalan Imam Bonjol, Polisi Simpulkan Penyebab Kematiannya

Dikatakannya, sepanjang dua tahun belakangan PT. Wajok Indo Lestari sudah melakukan pengiriman sebanyak kurang lebih 10 ribu ekor ikan Arwana jenis super red per tahunnya.

"Pemesanan ikan hias ini tetap stabil, tidak ada momen-momen tertentu yang mengalami peningkatan permintaan," sebutnya.

Hanya saja bagi Yestika yang menjadi kendala dan masalah saat ini adalah terkait dengan jasa pengiriman melalui maskapai yang dirasanya kurang mendukung.

"Yang pertama karena sedikitnya maskapai yang mau mengirim langsung ke luar negeri, sehingga hampir rata-rata para eksportir harus mengirim ke Jakarta terlebih dahulu melalui jasa agensi. Yang kedua adalah minimnya pengetahuan para eksportir terkait dengan dokumen-dokument yang harus dilengkapi, itu sih kendalanya," ungkap Yestika.

Baca: Dukung Program Save Our Student, Edi Kamtono: Program Seperti Ini Sangat Inspiratif dan Inovatif

Baca: Buat Anda yang Takut Foto Profil WhatsApp Disalahgunakan, Begini Cara Menyembunyikannya!

Meskipun begitu, dirinya mengatakan di tahun 2018 lalu sempat melakukan tiga kali pengiriman dari Pontianak, dan di tahun 2019 ini sudah dua kali.

"Kita takut juga sebenarnya dari Pontianak transit Jakarta, karena nggak ada yang menghandle, kita takutnya itu. Karenakan itu barang hidup, takutnya nanti dia (ikan) transit Jakarta terus berangkat ke luar negeri, takutnya ada yang ketinggalan atau apa," ungkapnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved