Pemkot Bahas Penyusunan RPIK dan Gelar FGD Akomodir Saran dan Masukan

Bahasan, menjelaskan RPIK dimaksud merupakan dokumen perencanaan daerah di tingkat kabupaten/kota yang menggambarkan arah kebijakan

Pemkot Bahas Penyusunan RPIK dan Gelar FGD Akomodir Saran dan Masukan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana kegiatan FGD Bahas Penyusunan RPIK. -- 

Pemkot Bahas Penyusunan RPIK dan Gelar FGD Akomodir Saran dan Masukan

Citizen Reporter Humas Pemkot Pontianak, Jimmy Ibrahim

 TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai membahas penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) Pontianak. Penyusunan dokumen tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Aula Rohana Muthalib Kantor Bappeda Kota Pontianak, Kamis (28/2).

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menjelaskan RPIK dimaksud merupakan dokumen perencanaan daerah di tingkat kabupaten/kota yang menggambarkan arah kebijakan pembangunan dan pengembangan industri daerah. "Hasil FGD ini akan dijadikan sebagai salah satu bahan untuk penyusunan naskah akademik sebagai penunjang untuk menyusun Raperda tentang rencana pembangunan industri Pemkot Pontianak," ujarnya.

Baca: Disdukcapil Landak Jemput Bola Pembuatan KK dan KTP Elektronik

Baca: Tes Sederhana! Bisakah Anda Menemukan Dari 17 Gambar ini, Mana Logo Yang Benar atau Palsu?

Baca: Sidang Perdana, Habib Bahar Didakwa Jaksa Pasal Berlapis

Menurutnya, rencana pembangunan industri memiliki arti strategis yang penting. Tujuan digelarnya FGD ini untuk mendapatkan masukan dari berbagai unsur, baik itu pakar, akademisi maupun stakeholder serta berbagai pihak. "Sehingga diharapkan saran dan masukan tersebut dapat menjadi bahan dalam penyusunan RPIK," ungkap Bahasan.

Ia menambahkan, RPIK disusun dengan memperhatikan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional dan kebijakan industri nasional, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Potensi Sumber Daya Industri Daerah, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan sosial ekonomi serta daya lingkungan. "Dan proyeksi penyerapan tenaga kerja serta pemanfaatan lahan untuk industri," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved