Dinas Koperasi Target 25 persen Koperasi Aktif di Kalbar

Indikatornya yakni pelaksanaan RAT yang dilakukan secara rutin,dan mereka mengalami penambahan omset atau aset

Dinas Koperasi Target 25 persen Koperasi Aktif di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDI ASRI GITA UTAMI
Pimpinan pengurus CU foto bersama dengan Kepala Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Muhyiddin, M.Si, Minggu (10/2/2019) 

Dinas Koperasi Target 25 persen Koperasi Aktif di Kalbar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Demi upaya peningkatan kualitas koperasi dan UKM yang ada di Provinsi Kalbar, Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Barat (Kalbar) mengatakan ada sejumlah target yang mesti dicapai oleh dinas hingga tahun 2020 mendatang.

"Kita berupaya sebagaimana visi Gubernur Kalbar yaitu mewujudkan masyarakat sejahtera, sehingga kami akan menyokongnya melalui peningkatan kualitas produktif dalam berdaya saing," ujar Plt Kepala Diskop UKM Kalbar, Muhyiddin, saat kegiatan Rakorda Bidang Koperasi dan UMKM, Kamis (28/2/2019).

Lanjutnya, hingga tahun 2020, pihaknya menargetkan sebanyak 25 persen koperasi aktif di Kalbar yang masuk dalam kategori koperasi berkualitas. Indikator koperasi yang dapat dikatakan berkualitas itu, sebutnya, mencangkup beberapa hal, di antaranya pelaksaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta terkait aset koperasi.

“Indikatornya yakni pelaksanaan RAT yang dilakukan secara rutin,dan mereka mengalami penambahan omset atau aset,” imbuhnya.

Baca: Pelepasan Siswa SIP Kuota Khusus Penuh Tangis, Komjen Arief Ingin Krisis Perwira Instruktur Berakhir

Baca: Buka Seminar Nasional Lokakarya, Ini Penegasan Paolus Hadi

Baca: Nikmati Martabak di Simpang Empat Darussalam Kedamin  

Sementara di bidang UMKM, targetnya adalah UMKM yang naik kelas. Bersama pemerintah pusat, pemeritah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, pihaknya akan menjalankan program secara sinergis dalam rangka mendorong pertumbuhan UMKM, baik melalui pembinaan, pelatihan, bantuan, hingga penyiapan pasar.

"Untuk mencapai hal tersebut, langkah awal yang dilakukan adalah merampungkan data, baik koperasi mapun UMKM. Dan untuk koperasi, data terkait aset koperasi dan laporan pelaksanaan RAT akan menjadi bahan masukan awal. Dengan data itu, kita dapat menetukan koperasi yang berkualitas dan mana yang sakit," paparnya.

Sedangkan pendataan UMKM, akan dilakukan secara lebih terperinci. “Kami inginnya data UMKM itu by name by address,” ujarnya.

Namun dalam merealisasikan hal ini, tambah dia, dinas kabupaten/kota kerap terganjal. Terutama terkait ketersediaan dana yang diangggap kurang, jarak tempuh yang jauh, serta minimnya Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kita harap ada dukungan dari pemerintah daearah setempat, apakah dalam bentk anggaran yang cukup, atau bentuk lainnya. Pada dsaarnya kami ingin agar data itu segera ada,” ucapnya.

Dengan data itu pula nanti, tambah dia, pihaknya semakin mudah untuk memberikan pembinaan informasi secara lebih tepat sasaran. Selain itu, bantaun-bantuan yang data dari pihak mana pun dapat diberikan pada usaha yang layak mendapatkan bantuan.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved