Penyerahan Sekop Tandai Dimulainya Tentara Manunggal Membangun Desa ke-104

TMMD disusun dengan sistem Bottom Up Planning yaitu melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat

Penyerahan Sekop Tandai Dimulainya Tentara Manunggal Membangun Desa ke-104
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pembukaan di lapangan SDN 1 Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kodya Palangka Raya, Selasa (26/2/19). 

Penyerahan Sekop Tandai Dimulainya Tentara Manunggal Membangun Desa ke-104

‎Citizen Reporter Kepala Penerangan Kodam XII Tanjungpura, Kol Inf Aulia Fahmi Dalimunte

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Palangka Raya – Pembukaan upacara Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Kodim 1016/Palangka Raya hari ini resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya Ibu Umi Mastikah. Dengan mengusung tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional di lapangan SDN 1 Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kodya Palangka Raya, Selasa (26/2/19).

Wakil Wali Kota Palangka Raya mengatakan, diselenggarakannya TMMD adalah untuk mewujudkan ruang juang, alat juang, kondisi juang dan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik  bersifat fisik  maupun  non   fisik dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif agar terwujudnya stabilitas keamanan di wilayah Kalteng. TMMD merupakan bagian dari program operasi Bhakti TNI. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini, merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta segenap lapisan masyarakat.

Baca: Masyarakat dan TNI Bekerjasama di Lokasi Pekerjaan TMMD ke 104

Baca: TMMD 104 di Tiga Titik Wilayah Kodam XII/Tpr Telah Resmi Dibuka

Baca: Buka TMMD Kodim 1204/Sanggau di Desa Sebungkuh, Ini Yang Disampaikan Bupati Sanggau

 “TMMD disusun dengan sistem Bottom Up Planning yaitu melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat, secara hirarkis yang diawali dengan musyawarah ditingkat desa hingga tingkat Provinsi untuk kemudian  selanjutnya ditetapkan menjadi program TMMD,” ujar Wakil Wali Kota.

Selain itu, sasaran kegiatan fisik diutamakan untuk membangun infrastruktur, sarana dan prasarana yang betul-betul menjadi kebutuhan dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama untuk membuka isolasi daerah terpencil guna meningkatkan roda perekonomian masyarakat di daerah. Sedangkan sasaran kegiatan non fisik diarahkan untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam membangun daerahnya menuju kehidupan sosial masyarakat yang lebih maju, sejahtera dan mandiri,” ucap Wakil Wali Kota.

Oleh karenanya, peranan dan kerjasama yang sinergis antar stakeholder, baik kementerian, atau lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah, BUMD maupun swasta serta partisipasi aktif masyarakat, menjadi penentu keberhasilan TNI Manunggal Membangun Desa. Untuk itu, kepada semua pihak hendaknya senantiasa melaksanakan koordinasi secara intensif dan berkesinambungan dengan unsur terkait lainnya, sehingga kendala dan permasalahan yang di hadapi di lapangan dapat dipecahkan secara bersama. Upaya dan tekad pemerintah dalam membangun negara dan bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, membutuhkan dukungan kita semua.

 “Untuk memperkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat, maka kepada Dansatgas TMMD kali ini, saya tekankan agar mengoptimalkan program TMMD sebagai salah satu langkah nyata dalam mendukung Serbuan Teritorial, sehingga TNI dapat semakin mencintai dan dicintai oleh rakyatnya,” tutur Wakil Wali Kota mengakhiri.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved