B20 Sampai Genjot Industri Pariwisata, Langkah Pemerintah Pangkas Defisit Perdagangan

Hal itupun lantas disebut menjadi tantangan bagi Indonesia. Terutama agar bisa meningkatkan ekspor, sehingga bisa memangkas defisit (CAD).

B20 Sampai Genjot Industri Pariwisata, Langkah Pemerintah Pangkas Defisit Perdagangan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISHAK
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, saat berikan pemaparan dalam agenda temu wicara Perkembangan Ekonomi Terkini Dalam Era Digital Ekonomi, di Bank Indonesia kantor perwakilan wilayah Kalbar, Senin (25/02/2019). 

 B20 Sampai Genjot Industri Pariwisata, Langkah Pemerintah Pangkas Defisit Perdagangan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Defisit perdagangan (Current Account Deficit -CAD) jadi isu dan tantangan besar bagi Indonesia saat ini. Neraca perdagangan Indonesia yang saat ini defisit cukup tajam, jadi asbabnya.

Hal itupun lantas disebut menjadi tantangan bagi Indonesia. Terutama agar bisa meningkatkan ekspor, sehingga bisa memangkas defisit (CAD).

Sejumlah langkah pun sudah coba diupayakan pemerintah. Sebagaimana disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, saat berikan pemaparan dalam agenda temu wicara Perkembangan Ekonomi Terkini Dalam Era Digital Ekonomi, di Bank Indonesia kantor perwakilan wilayah Kalbar, Senin (25/02/2019).

Baca: Tanda Tangani Mou dengan Pemkab Sekadau, Rektor Untan Apresiasi Pemkab Sekadau

Baca: Ekonomi Kalbar Tumbuh di Bawah Rataan Nasional, Jadi Warning

Baca: Muda Akan Kembalikan Kejayaan Kubu Raya Sebagai Sentra Beras di Kalbar

Satu di antara upaya itu, katanya, adalah dengan menginisiasi kebijakan biodisel 20 persen alias B-20. Namun langkah ini menurutnya tidaklah mudah, sebab hingga kini langkah ini bak jalan di tempat dan tak begitu efektif diimplementasikan.

"Langkah lainnya adalah  reschedule projects yang bisa ditunda. Terutama untuk belanja barang modal," sambungnya.

Upaya ini, menurutnya, perlu dilakukan untuk memperbaiki neraca perdagangan. Sehingga neraca perdagangan (CAD) Indonesia tak kian melebar.

Langkah lain yang jadi upaya adalah dengan meningkatkan pendapatan dari sektor industri. Perhatian pemerintah, katanya, saat ini menoleh ke arah pariwisata.

"Sektor industri jasa diharapkan bisa menambah devisa. Terutama pariwisata," pungkasnya. 

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved